IDENTITAS
NAMA GURU
Rizha Listiyani, S.Pd.
HARI / TANGGAL
Jumat, 11 September 2026
FASE / KELAS
Fase C / Kelas 6
MATA PELAJARAN
IPAS
MATERI
Jejak Sang Pahlawan
PERTEMUAN KE
Minggu ke 6
Apersepsi & Salam Pembuka
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:
Perjuangan Para Pahlawan & Politik Bebas Aktif
Materi IPAS — Kelas 6 SD
📋 Perencanaan Pembelajaran
Mengacu pada Capaian Pembelajaran IPAS Fase C (Kurikulum Merdeka, masih berlaku pada tahun ajaran 2026/2027): pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis peristiwa penting yang terjadi di lingkungan sekitarnya, mengaitkannya dengan konteks daerah, nasional, hingga global, serta memaknai bagaimana kehidupan masyarakat berubah dari masa ke masa. Peserta didik juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis untuk menyimpulkan pengaruh suatu peristiwa sejarah terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan masyarakat.
Murid dapat meninjau peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di daerah pada zaman penjajahan, serta menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan.
| Kegiatan Belajar | Kategori |
|---|---|
| Menonton video pembelajaran tentang perjuangan pahlawan | Joyful |
| Bermain kuis benar/salah untuk mengulas materi sebelumnya | Joyful |
| Berdiskusi kelompok menganalisis bentuk-bentuk perjuangan pahlawan | Meaningful |
| Mengaitkan nilai perjuangan pahlawan dengan sikap gigih dalam belajar sehari-hari | Meaningful |
| Merefleksikan makna perjuangan bagi kehidupan diri sendiri saat ini | Mindful |
| Hening sejenak sebelum mengerjakan asesmen untuk fokus dan tenang | Mindful |
| Tahap | Rincian Kegiatan |
|---|---|
| ATP 6.1 | Peserta didik mengidentifikasi tujuan perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan melalui tayangan video. |
| ATP 6.2 | Peserta didik mengklasifikasikan bentuk-bentuk perjuangan pahlawan (fisik/bersenjata dan diplomasi) melalui diskusi kelompok. |
| ATP 6.3 | Peserta didik menjelaskan pengertian dan penerapan politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui contoh kehidupan sehari-hari. |
| ATP 6.4 | Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan melalui asesmen formatif. |
Model Pembelajaran: Discovery Learning (dipadukan dengan Problem Based Learning) — dipilih karena mengajak siswa menemukan sendiri makna nilai perjuangan lewat pengamatan video dan diskusi analisis, bukan sekadar menghafal fakta sejarah.
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.
Media & Alat Peraga: Video pembelajaran YouTube, laptop/proyektor, gambar/ilustrasi pahlawan dan peta perjuangan, poster garis waktu (timeline) kemerdekaan, kartu benar/salah untuk kuis, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), papan tulis.
🌬️ Pembukaan: Review Materi Sebelumnya
Sebelum masuk ke materi baru, yuk ingat kembali materi tentang cara menjaga kesehatan sistem pernapasan! Jawablah Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.
🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
Sebagai pembuka, mari kita tonton video pembelajaran berikut ini:
🔗 Tonton juga penjelasan tambahan tentang Politik Bebas Aktif Indonesia
1. Tujuan Perjuangan Para Pahlawan
Para pahlawan Indonesia berjuang dengan berbagai tujuan mulia, di antaranya:
- 🎯 Mengusir penjajah dari tanah air.
- 🎯 Meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
- 🎯 Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
- 🎯 Menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Bentuk-Bentuk Perjuangan Pahlawan
Para pahlawan tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan cara lain:
- Perjuangan fisik/bersenjata: perlawanan langsung dengan senjata melawan penjajah, contohnya perlawanan Pangeran Diponegoro dan Pattimura.
- Perjuangan diplomasi: perjuangan melalui perundingan atau meja perundingan, contohnya Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, dan Konferensi Meja Bundar.
- Perjuangan melalui organisasi dan pendidikan: mendirikan organisasi seperti Budi Utomo dan menyelenggarakan Sumpah Pemuda untuk menyatukan semangat kebangsaan.
- Perjuangan melalui tulisan dan media: menyebarkan semangat cinta tanah air lewat surat kabar dan tulisan-tulisan perjuangan.
3. Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Setelah merdeka, Indonesia menetapkan politik luar negeri bebas aktif, artinya:
- Bebas: Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan dunia mana pun.
- Aktif: Indonesia tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, misalnya dengan mengirimkan Pasukan Garuda untuk misi perdamaian PBB dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung.
📝 Penutup: Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
a. Menjajah negara lain
b. Mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan
c. Mencari kekayaan pribadi
d. Bekerja sama dengan penjajah
a. Mengadakan perundingan damai
b. Menulis artikel di surat kabar
c. Melakukan perang melawan penjajah
d. Mendirikan sekolah rakyat
a. Perjanjian Linggarjati
b. Perjanjian Renville
c. Konferensi Meja Bundar
d. Perjanjian Bongaya
a. Bergabung dengan salah satu blok kekuatan dunia
b. Menutup hubungan diplomatik dengan negara lain
c. Hanya fokus pada kepentingan dalam negeri
d. Mengirim Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB
a. Karena tidak membutuhkan biaya sama sekali
b. Karena mampu memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional secara damai
c. Karena lebih mudah dilakukan oleh semua orang
d. Karena tidak melibatkan tokoh-tokoh penting
B. Isian Singkat
C. Esai
✅ Kesimpulan
Para pahlawan Indonesia berjuang dengan tujuan mengusir penjajah, meraih kemerdekaan, serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Perjuangan itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari perjuangan fisik/bersenjata, diplomasi, hingga melalui organisasi dan tulisan. Setelah merdeka, Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif — tidak memihak blok mana pun, tetapi tetap aktif menciptakan perdamaian dunia. Nilai-nilai perjuangan ini dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap gigih dalam belajar dan sikap adil dalam menyelesaikan masalah bersama teman.
Kendala Pembelajaran:
Beberapa siswa mungkin kesulitan membedakan antara bentuk-bentuk perjuangan (fisik vs diplomasi) karena istilah sejarah yang terdengar asing. Selain itu, keterbatasan akses internet/proyektor di kelas dapat menghambat pemutaran video pembelajaran.
Tindak Lanjut:
Guru dapat menyediakan ringkasan materi dalam bentuk poster/infografis sederhana sebagai cadangan jika video tidak dapat diputar, serta memberikan contoh analogi kehidupan sehari-hari secara berulang agar konsep lebih mudah dipahami. Bagi siswa yang belum paham, dapat diberikan pendampingan kelompok kecil atau tugas tambahan berupa membuat mind map sederhana.
Siswa yang Sudah Paham:
Siswa yang Belum Paham:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar