Kamis, 10 September 2026

Kamis, 10 september 2026

 

PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI

Belajar dengan Penuh Kesadaran 💡 • Bermakna ❤️ • Menyenangkan 🎉

🪪 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 Nama Guru: Rizha Listiyani, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal: Kamis/ 10 Seotember 2026
🎓 Fase / Kelas: Fase C / Kelas VI
📖 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
📚 MateriTeks Sastra

🔢 Pertemuan Ke: 1

🌟 APERSEPSI AWAL: MENGINGAT KEBESARAN ALLAH SWT.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Apa kabar anak-anak shalih dan shalihah? 😊 Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk belajar. Jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT. atas kesempatan yang diberikan kepada kita.

Hari ini kita kembali mengingat tiga kebesaran Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir, berbahasa, berimajinasi, dan memahami cerita. Karena itulah kita dapat menikmati berbagai cerita yang penuh pesan dan pelajaran.

Allah juga Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara. Allah mengajarkan manusia untuk menjaga kehidupan agar tetap baik, damai, dan teratur. Salah satu cara menjaganya adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Allah adalah Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Memberi Rezeki. Rezeki bukan hanya berupa makanan atau harta. Ilmu, teman yang baik, keluarga, kesempatan belajar, dan kemampuan memahami sesuatu juga merupakan nikmat dari Allah.

💭 Pertanyaan Pemantik:
Jika Allah memberi manusia kemampuan untuk berpikir dan memilih, bagaimana seharusnya kita menggunakan kemampuan tersebut agar membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain?
🦋 Hubungkan dengan pelajaran hari ini:
Melalui teks sastra, kita belajar memahami perasaan dan pesan kehidupan. Melalui nilai Pancasila, kita belajar memilih tindakan yang baik. Jadi, hari ini kita tidak hanya belajar memahami cerita, tetapi juga belajar menjadi manusia yang mampu mengambil nilai baik dari setiap peristiwa.



📖 MATA PELAJARAN 1 — BAHASA INDONESIA

🦋 TEKS SASTRA: “KUPU-KUPU MIRA”

🎯 Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase C, murid mampu menganalisis informasi dan isi teks sastra yang disimak atau dipirsa, memahami makna tersurat maupun tersirat, serta mengapresiasi teks sastra dengan memberikan tanggapan berdasarkan isi cerita.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu menyimak teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira” dengan penuh perhatian.
  • Murid mampu menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi dalam cerita.
  • Murid mampu menentukan tokoh, peristiwa, dan pesan yang terdapat dalam teks.
  • Murid mampu menghubungkan isi cerita dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.
  • Murid mampu menyampaikan pendapat secara santun dan percaya diri.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengamati gambar dan memprediksi isi cerita.
  2. Murid menyimak cerita yang dibacakan atau ditayangkan.
  3. Murid menemukan informasi penting dalam cerita.
  4. Murid menjawab pertanyaan inferensial menggunakan bukti dari cerita.
  5. Murid menentukan pesan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  6. Murid menyampaikan hasil pemahamannya kepada teman.

📚 Materi

  • Pengertian teks sastra.
  • Unsur sederhana dalam cerita: tokoh, peristiwa, masalah, dan pesan.
  • Informasi tersurat dan tersirat.
  • Pertanyaan inferensial.
  • Menghubungkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning.
Metode: menyimak, tanya jawab, diskusi, Think-Pair-Share, membaca terpandu, dan presentasi.

🖥️ Media dan Alat Peraga

  • Buku SIBI Revisi 2025.
  • Teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira”.
  • Video pembelajaran.
  • LCD / proyektor / televisi kelas.
  • Flash card tokoh dan peristiwa.
  • LKPD.
  • Kertas kecil atau sticky notes.
  • Papan tulis dan spidol.

🔄 REVIEW MATERI SEBELUMNYA

Pilih BENAR atau SALAH! ✍️

1. Teks sastra dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, pengalaman, imajinasi, dan pesan.
Jawaban: Benar / Salah
2. Tokoh adalah tempat terjadinya suatu peristiwa dalam cerita.
Jawaban: Benar / Salah
3. Pesan dalam cerita dapat menjadi pelajaran bagi pembaca.
Jawaban: Benar / Salah
4. Kita boleh menyimpulkan isi cerita tanpa membaca atau menyimak cerita terlebih dahulu.
Jawaban: Benar / Salah
5. Gambar dalam teks sastra dapat membantu pembaca memahami cerita.
Jawaban: Benar / Salah
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   |   2. Salah   |   3. Benar   |   4. Salah   |   5. Benar

🎬 VIDEO DAN PENJELASAN MATERI

Sebelum mempelajari cerita, mari kita memahami terlebih dahulu bagaimana cara menemukan unsur penting dan pesan dalam sebuah teks sastra.

💡 Jika video tidak langsung tampil pada perangkat, gunakan pencarian YouTube: “Teks Sastra Kelas 6 SD”.

📌 Apa Itu Teks Sastra?

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, atau imajinasi. Contohnya adalah cerita pendek, dongeng, puisi, dan drama.

Saat membaca cerita, kita tidak hanya mencari apa yang terjadi. Kita juga dapat berpikir lebih dalam: Mengapa tokoh melakukan sesuatu? Apa yang mungkin dirasakan tokoh? Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

🔎 Apa Itu Pertanyaan Inferensial?

Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak selalu tertulis secara langsung. Kita perlu menggabungkan petunjuk dalam cerita dengan kemampuan berpikir kita.

Contoh:
Dalam cerita tertulis: “Mira menundukkan kepala dan berjalan pelan setelah temannya pergi.”

Pertanyaan: Bagaimana kemungkinan perasaan Mira?
Jawaban: Mira mungkin merasa sedih atau kecewa. Jawaban tersebut diperoleh dari petunjuk tindakan Mira.

🏠 Hubungan dengan Kehidupan Sehari-hari

Ketika seorang teman terlihat diam dan tidak seperti biasanya, kita dapat belajar memperhatikan tanda-tanda dan bertanya dengan baik, “Apakah kamu baik-baik saja?” Kemampuan memahami perasaan orang lain seperti ini juga dapat dilatih melalui teks sastra.

🌈 AKTIVITAS MINDFUL – MEANINGFUL – JOYFUL

🧘 MINDFUL — “Aku Menyimak dengan Fokus”
Murid duduk tenang selama satu menit, memperhatikan gambar kupu-kupu dan menceritakan hal yang pertama kali mereka pikirkan. Setelah itu, murid menyimak cerita tanpa mengobrol.
💡 MEANINGFUL — “Pesan untuk Kehidupanku”
Setelah membaca cerita, murid menuliskan satu pesan yang paling bermakna dan menuliskan satu contoh penerapannya di rumah atau sekolah.
🎉 JOYFUL — “Detektif Cerita”
Murid bekerja dalam kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kartu berisi petunjuk cerita dan harus menemukan tokoh, peristiwa, perasaan tokoh, serta pesan cerita. Kelompok tercepat mendapat gelar Detektif Sastra Hebat! 🕵️

📝 ASESMEN FORMATIF — BAHASA INDONESIA

🟢 A. Pilihan Ganda

1. Pertanyaan inferensial membutuhkan kemampuan untuk …
A. menyalin seluruh cerita
B. menggabungkan petunjuk dan membuat kesimpulan
C. menghafal semua kata
D. membaca judul saja
2. Perhatikan kalimat berikut!
“Doni tersenyum lebar ketika namanya dipanggil sebagai pemenang.”
Perasaan Doni kemungkinan adalah …
A. takut
B. marah
C. senang
D. kecewa
3. Pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita disebut …
A. amanat
B. latar
C. tokoh
D. judul
4. Jika jawaban sebuah pertanyaan tidak tertulis langsung dalam cerita, cara terbaik adalah …
A. tidak menjawab
B. menebak tanpa alasan
C. melihat judul saja
D. menggunakan petunjuk cerita untuk menyimpulkan
5. Seorang tokoh selalu membantu temannya walaupun sedang sibuk. Amanat yang paling sesuai adalah …
A. kita harus selalu bermain
B. kita perlu peduli dan suka menolong
C. kita tidak boleh mempunyai teman
D. kita harus menghindari semua pekerjaan

🟡 B. Isian

6. Tokoh dalam cerita adalah ______________________________.
7. Informasi yang harus disimpulkan dari petunjuk cerita disebut informasi ______________________________.
8. Pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita disebut ______________________________.

🔴 C. Esai

9. Mengapa kita perlu memperhatikan tindakan dan perasaan tokoh ketika menjawab pertanyaan tentang isi cerita?
10. Tuliskan sebuah contoh peristiwa sederhana di sekolah. Kemudian buatlah satu pertanyaan inferensial beserta jawabannya!

✨ KESIMPULAN BAHASA INDONESIA

Teks sastra tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajak kita berpikir, merasakan, dan mengambil pelajaran. Dengan memahami tokoh, peristiwa, informasi tersurat dan tersirat, kita dapat menjawab pertanyaan inferensial dengan lebih baik. 📖🦋


Refleksi 

Seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik. Dengan demikian terdapat 27 peserta didik yang memahami materi hari ini dengan baik dan dapat menyelesaikan post test dengan nilai baik

Rabu, 09 September 2026

Rabu, 9 September 2026

PEMBELAJARAN DARING KELAS VI

Belajar Matematika dengan Semangat, Teliti, dan Menyenangkan!

🌟 KURIKULUM MERDEKA | FASE C 🌟

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 Nama Guru: Rizha Listiyani S.Pd.
📅 Hari / Tanggal: Rabu, 9 September 2026
🎓 Fase / Kelas: Fase C / Kelas VI
📚 Mata Pelajaran: Matematika
🔢 Materi: Bilangan Desimal
🔔 Pertemuan Ke: minggu ke-6

🎯 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memahami, membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta menggunakan bilangan rasional dalam berbagai bentuk, termasuk pecahan dan bilangan desimal, untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus pembelajaran hari ini: memahami konsep bilangan desimal, nilai tempat, membaca dan menulis bilangan desimal, serta membandingkan dan menggunakan bilangan desimal dalam situasi sehari-hari.

🏆 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  • 🔹 Menjelaskan pengertian bilangan desimal dengan bahasa sendiri.
  • 🔹 Menentukan nilai tempat pada bilangan desimal.
  • 🔹 Membaca dan menulis bilangan desimal dengan benar.
  • 🔹 Membandingkan dua atau lebih bilangan desimal.
  • 🔹 Menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan desimal.
🌟 Target Hari Ini:
Aku dapat memahami bilangan desimal dan menggunakannya dengan teliti dalam kehidupan sehari-hari.
🛤️ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Mengenali penggunaan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari, seperti harga barang, panjang, berat, dan isi suatu benda.
  2. Memahami bagian-bagian bilangan desimal serta nilai tempat satuan, persepuluhan, perseratusan, dan perseribuan.
  3. Membaca dan menulis bilangan desimal dengan tepat.
  4. Membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal menggunakan nilai tempat.
  5. Menerapkan konsep bilangan desimal untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
📖 MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok:
  • Pengertian bilangan desimal.
  • Nilai tempat pada bilangan desimal.
  • Membaca dan menulis bilangan desimal.
  • Membandingkan bilangan desimal.
  • Penerapan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari.
⏰ ALOKASI WAKTU
2 × 35 menit = 70 menit
🧠 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Peserta didik diajak memahami masalah nyata, misalnya membandingkan harga barang atau panjang benda yang menggunakan bilangan desimal.

Metode Pembelajaran:

  • 💬 Tanya jawab
  • 🔎 Diskusi kelompok
  • 🎲 Game edukatif
  • 🧩 Pemecahan masalah
  • 👀 Demonstrasi
  • ✍️ Latihan mandiri
  • 🗣️ Presentasi sederhana
🧰 MEDIA DAN ALAT PERAGA
  • 📺 Video pembelajaran bilangan desimal.
  • 🖥️ Laptop 
  • Aplikasi google meet untuk pembelajaran daring
🌙 PENDAHULUAN: APERSEPSI AYAT-AYAT ALLAH

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 🌷

Apa kabar anak-anak saleh dan salehah? 😊 Semoga hari ini kita semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan penuh semangat.

Sebelum belajar, mari kita bersyukur kepada Allah Swt. Jangan lupa menjaga shalat kita karena shalat adalah salah satu bentuk ketaatan dan rasa syukur kita kepada Allah.

Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang bilangan desimal. Saat melihat kehidupan di sekitar kita, sebenarnya kita dapat menemukan banyak tanda kebesaran Allah.

🌍 Allah Maha Khaliq, Yang Maha Menciptakan.
Allah menciptakan manusia, tumbuhan, hewan, air, dan seluruh alam dengan ukuran dan ketentuan yang sangat teratur. Dalam kehidupan, manusia menggunakan angka dan bilangan untuk memahami ukuran tersebut. Kita dapat mengukur panjang, berat, isi, bahkan harga menggunakan bilangan, termasuk bilangan desimal.

🌱 Allah Maha Malik, Yang Maha Memelihara.
Allah memelihara seluruh makhluk-Nya dengan aturan yang teratur. Alam memiliki keseimbangan dan keteraturan. Dalam Matematika, kita juga belajar bahwa setiap angka mempunyai tempat dan nilai. Jika posisi angka berubah, nilainya dapat berubah. Karena itu, kita belajar untuk teliti dan menghargai keteraturan.

🍎 Allah Maha Razaq, Yang Maha Memberi Rezeki.
Allah memberikan rezeki kepada manusia dalam berbagai bentuk. Saat membeli buah seberat 1,5 kg, membeli minuman seharga Rp7.500,50, atau mengukur kain sepanjang 2,75 meter, kita menggunakan bilangan desimal. Dengan belajar Matematika, kita dapat menggunakan rezeki dengan lebih bijak dan melakukan perhitungan dengan benar.

💭 Pertanyaan Pemantik:
  1. Mengapa manusia perlu menggunakan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa yang mungkin terjadi jika kita salah membaca angka 2,5 menjadi 25?
  3. Menurutmu, apa hubungan antara keteraturan nilai tempat dalam Matematika dengan keteraturan ciptaan Allah?
  4. Bagaimana ketelitian dalam berhitung dapat membantu kita menggunakan rezeki dengan lebih bijaksana?
🔄 PEMBUKAAN: REVIEW MATERI SEBELUMNYA

Sebelum memulai materi hari ini, mari kita mengingat kembali materi sebelumnya tentang bilangan dan nilai tempat. Bacalah setiap pernyataan, lalu tentukan apakah pernyataan tersebut BENAR atau SALAH.

1. Angka 5 pada bilangan 45.672 memiliki nilai tempat ribuan.
2. Pada bilangan 83.215, angka 2 memiliki nilai 200.
3. Angka yang berada paling kanan selalu mempunyai nilai tempat terbesar.
4. Bilangan 9.999 lebih kecil daripada 10.000.
5. Nilai suatu angka dapat berubah apabila letak angka tersebut berubah.
🔐 KUNCI JAWABAN REVIEW
  1. Benar
  2. Benar
  3. Salah
  4. Benar
  5. Benar

VIDEO PEMBELAJARAN BILANGAN DESIMAL

Silakan simak video pembelajaran berikut agar kalian lebih memahami tentang bilangan desimal:



▶️ TONTON VIDEO PEMBELAJARAN



🔢 Apa Itu Bilangan Desimal?

Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki bagian bilangan utuh dan bagian pecahan. Dalam penulisan Indonesia, bagian tersebut dipisahkan dengan tanda koma (,).

Contoh:
2,5 dibaca dua koma lima.
3,75 dibaca tiga koma tujuh puluh lima.

Bilangan desimal sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat mengukur berat badan, panjang benda, volume air, atau menghitung harga barang.

📊 Nilai Tempat Bilangan Desimal

Contoh Bilangan: 24,375
  • 2 = puluhan
  • 4 = satuan
  • 3 = persepuluhan
  • 7 = perseratusan
  • 5 = perseribuan

Angka setelah koma menunjukkan bagian pecahan dari satu kesatuan. Semakin jauh posisi angka dari koma ke kanan, nilainya semakin kecil.

⚖️ Cara Membandingkan Bilangan Desimal

Saat membandingkan bilangan desimal, perhatikan terlebih dahulu bagian bilangan bulatnya. Jika sama, bandingkan angka setelah koma dari kiri ke kanan.

Contoh 1:
4,7 .... 4,5

Karena bagian utuh sama-sama 4, kita bandingkan angka setelah koma.
7 lebih besar daripada 5.

Jadi: 4,7 > 4,5
Contoh 2:
2,35 .... 2,305

2,35 dapat ditulis menjadi 2,350.
Karena 350 lebih besar daripada 305, maka:

2,35 > 2,305

🏪 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Rani membeli 1,5 kg apel. Sementara itu, Sinta membeli 1,25 kg apel. Siapakah yang membeli apel lebih banyak?

Kita dapat menulis:

1,5 = 1,50
1,25 = 1,25

Karena 1,50 > 1,25, maka Rani membeli apel lebih banyak. 🍎
🌈 AKTIVITAS MINDFUL – MEANINGFUL – JOYFUL

🧘 1. MINDFUL LEARNING – BELAJAR DENGAN PENUH KESADARAN

  • Tarik napas perlahan dan fokus selama beberapa detik.
  • Amati benda di sekitar yang memiliki ukuran atau harga desimal.
  • Pikirkan: "Mengapa angka setelah koma sangat penting?"
  • Tuliskan satu hal baru yang kamu pahami hari ini.

💡 2. MEANINGFUL LEARNING – BELAJAR YANG BERMAKNA

Secara berpasangan, carilah contoh penggunaan bilangan desimal di kehidupan sehari-hari.

Contoh:
  • Berat buah: 2,5 kg 🍉
  • Panjang pita: 1,75 meter 🎀
  • Isi minuman: 0,6 liter 🥤

Kemudian jelaskan kepada temanmu mengapa bilangan tersebut menggunakan koma.

🎉 3. JOYFUL LEARNING – GAME “DESIMAL CEPAT!”

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kartu bilangan desimal.

Aturan permainan:

  1. Guru menunjukkan dua kartu bilangan desimal.
  2. Setiap kelompok harus menentukan tanda >, <, atau =.
  3. Kelompok tercepat mengangkat kartu jawaban.
  4. Jawaban benar mendapatkan 1 poin ⭐.
  5. Kelompok dengan poin terbanyak menjadi Juara Desimal 🏆.
📝 PENUTUP: ASESMEN FORMATIF

📌 A. PILIHAN GANDA

1. (Mudah) Bilangan 3,7 dibaca ....

A. tiga puluh tujuh
B. tiga koma tujuh
C. tujuh koma tiga
D. tiga tujuh
2. (Mudah) Angka 8 pada bilangan 12,86 menempati nilai tempat ....

A. satuan
B. perseratusan
C. persepuluhan
D. puluhan
3. (Sedang) Bilangan yang paling besar adalah ....

A. 4,08
B. 4,8
C. 4,18
D. 4,78
4. (Sedang) Tanda yang tepat untuk melengkapi 5,25 .... 5,205 adalah ....

A. <
B. =
C. >
D. +
5. (Sukar) Ibu membeli 2,75 kg gula dan 2,7 kg tepung. Pernyataan yang benar adalah ....

A. Gula lebih banyak daripada tepung.
B. Tepung lebih banyak daripada gula.
C. Jumlah keduanya sama.
D. Tidak dapat dibandingkan.

✏️ B. ISIAN

6. (Mudah) Bilangan 6,45 memiliki angka .... pada tempat perseratusan.
7. (Sedang) Ubahlah 3,5 menjadi bentuk desimal dengan dua angka di belakang koma: ........
8. (Sedang) Lengkapilah: 7,09 .... 7,9 menggunakan tanda >, <, atau =.

🧠 C. ESAI

9. (Sedang)
Jelaskan perbedaan nilai angka 5 pada bilangan 15,2 dan 1,52!
10. (Sukar)
Andi membeli 1,75 kg mangga. Beni membeli 1,8 kg mangga. Siapakah yang membeli mangga lebih banyak? Jelaskan langkahmu!


📌 KESIMPULAN

✨ Bilangan desimal terdiri atas bagian bilangan utuh dan bagian pecahan yang dipisahkan dengan tanda koma.

✨ Setiap angka pada bilangan desimal memiliki nilai tempat yang berbeda.

✨ Untuk membandingkan bilangan desimal, kita membandingkan bagian bilangan utuh terlebih dahulu, kemudian angka setelah koma dari kiri ke kanan.

✨ Bilangan desimal sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk menghitung berat, panjang, volume, dan harga.

🌟 Teliti dalam berhitung, tepat dalam mengambil keputusan! 🌟

😊 REFLEKSI PERASAAN HARI INI

Bagaimana perasaanmu setelah belajar hari ini? Pilih emoji yang paling sesuai dengan perasaanmu! 👇

🤩Sangat Senang
Aku sangat menikmati pembelajaran hari ini!
😊Senang
Aku memahami sebagian besar materi.
🙂Cukup Paham
Aku masih ingin berlatih lagi.
🤔Bingung
Ada bagian yang belum aku pahami.
😟Butuh Bantuan
Aku ingin bertanya kepada guru atau teman.

✍️ Refleksiku Hari Ini:

Hal yang paling saya pahami: ..............................................................

Hal yang masih ingin saya pelajari: .........................................................

Saya akan menjadi lebih teliti dengan cara: .................................................
👩‍🏫 REFLEKSI PEMBELAJARAN GURU

⚠️ Kendala Pembelajaran

  • Beberapa peserta didik masih tertukar antara nilai tempat persepuluhan dan perseratusan.
  • Peserta didik belum terbiasa menyamakan jumlah angka di belakang koma saat membandingkan bilangan.
  • Ada peserta didik yang kurang teliti dalam membaca tanda koma.
  • Waktu diskusi kelompok dapat melebihi alokasi yang direncanakan.

🔄 Tindak Lanjut

  • Memberikan latihan bertahap menggunakan tabel nilai tempat.
  • Menggunakan kartu bilangan dan media konkret agar konsep lebih mudah dipahami.
  • Melakukan pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum memahami konsep.
  • Memberikan soal pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran.
  • Mengulang konsep melalui permainan singkat pada awal pertemuan berikutnya.

📊 Siswa yang Paham: 

📚 Siswa yang Belum Paham: 

🌟 HEBAT! HARI INI KITA SUDAH BELAJAR BILANGAN DESIMAL 🌟

Ingat anak-anak, Matematika bukan hanya tentang mencari jawaban, tetapi juga belajar untuk berpikir teliti, sabar, dan tidak mudah menyerah. 💪

🔢 Belajar • Berpikir • Berlatih • Berhasil! 🚀

Semoga ilmu hari ini bermanfaat dan menjadikan kita semakin bersyukur kepada Allah Swt. 🤲✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Selasa, 08 September 2026

Selasa, 8 September 2026


🌈 SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


👩‍🏫

IDENTITAS


NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

📅

HARI / TANGGAL

JSelasa, 8 September 2026

🏫

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

📖

MATA PELAJARAN

IPAS 

✏️

MATERI

Jejak Sang Pahlawan

🔢

PERTEMUAN KE

Minggu ke 6

🌟

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

🌍
Al-Khaliq
Maha Pencipta
🤲
Al-Malik
Maha Memelihara
🌾
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

 

Perjuangan Para Pahlawan & Politik Bebas Aktif

Materi IPAS — Kelas 6 SD

📋 Perencanaan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)
Mengacu pada Capaian Pembelajaran IPAS Fase C (Kurikulum Merdeka, masih berlaku pada tahun ajaran 2026/2027): pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis peristiwa penting yang terjadi di lingkungan sekitarnya, mengaitkannya dengan konteks daerah, nasional, hingga global, serta memaknai bagaimana kehidupan masyarakat berubah dari masa ke masa. Peserta didik juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis untuk menyimpulkan pengaruh suatu peristiwa sejarah terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat meninjau peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di daerah pada zaman penjajahan, serta menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan.
Kegiatan BelajarKategori
Menonton video pembelajaran tentang perjuangan pahlawanJoyful
Bermain kuis benar/salah untuk mengulas materi sebelumnyaJoyful
Berdiskusi kelompok menganalisis bentuk-bentuk perjuangan pahlawanMeaningful
Mengaitkan nilai perjuangan pahlawan dengan sikap gigih dalam belajar sehari-hariMeaningful
Merefleksikan makna perjuangan bagi kehidupan diri sendiri saat iniMindful
Hening sejenak sebelum mengerjakan asesmen untuk fokus dan tenangMindful
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
TahapRincian Kegiatan
ATP 6.1Peserta didik mengidentifikasi tujuan perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan melalui tayangan video.
ATP 6.2Peserta didik mengklasifikasikan bentuk-bentuk perjuangan pahlawan (fisik/bersenjata dan diplomasi) melalui diskusi kelompok.
ATP 6.3Peserta didik menjelaskan pengertian dan penerapan politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui contoh kehidupan sehari-hari.
ATP 6.4Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan melalui asesmen formatif.
Materi: Tujuan perjuangan pahlawan, bentuk-bentuk perjuangan, dan politik luar negeri bebas aktif
Model Pembelajaran: Discovery Learning (dipadukan dengan Problem Based Learning) — dipilih karena mengajak siswa menemukan sendiri makna nilai perjuangan lewat pengamatan video dan diskusi analisis, bukan sekadar menghafal fakta sejarah.
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.
Media & Alat Peraga: Video pembelajaran YouTube, laptop/proyektor, gambar/ilustrasi pahlawan dan peta perjuangan, poster garis waktu (timeline) kemerdekaan, kartu benar/salah untuk kuis, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), papan tulis.

🌬️ Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, yuk ingat kembali materi tentang cara menjaga kesehatan sistem pernapasan! Jawablah Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.

1. Paru-paru manusia berjumlah dua buah, yaitu paru-paru kanan dan kiri.
2. Merokok baik untuk menjaga kesehatan paru-paru.
3. Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan.
4. Menghirup udara yang berdebu atau berasap tidak berpengaruh apa pun pada paru-paru.
5. Bernapas melalui hidung lebih baik daripada melalui mulut karena hidung dapat menyaring udara yang masuk.

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebagai pembuka, mari kita tonton video pembelajaran berikut ini:

🔗 Tonton juga penjelasan tambahan tentang Politik Bebas Aktif Indonesia

1. Tujuan Perjuangan Para Pahlawan

Para pahlawan Indonesia berjuang dengan berbagai tujuan mulia, di antaranya:

  • 🎯 Mengusir penjajah dari tanah air.
  • 🎯 Meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
  • 🎯 Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
  • 🎯 Menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Sama seperti pahlawan yang gigih berjuang meski menghadapi banyak rintangan, kamu juga bisa mencontoh sikap itu saat belajar. Misalnya, saat mengerjakan soal matematika yang sulit, jangan langsung menyerah — teruslah mencoba sampai berhasil, seperti semangat pantang menyerah para pahlawan!

2. Bentuk-Bentuk Perjuangan Pahlawan

Perjuangan Fisik/Bersenjata
Perjuangan Diplomasi
Politik Bebas Aktif

Para pahlawan tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan cara lain:

  • Perjuangan fisik/bersenjata: perlawanan langsung dengan senjata melawan penjajah, contohnya perlawanan Pangeran Diponegoro dan Pattimura.
  • Perjuangan diplomasi: perjuangan melalui perundingan atau meja perundingan, contohnya Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, dan Konferensi Meja Bundar.
  • Perjuangan melalui organisasi dan pendidikan: mendirikan organisasi seperti Budi Utomo dan menyelenggarakan Sumpah Pemuda untuk menyatukan semangat kebangsaan.
  • Perjuangan melalui tulisan dan media: menyebarkan semangat cinta tanah air lewat surat kabar dan tulisan-tulisan perjuangan.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Perjuangan diplomasi mirip seperti saat kamu dan temanmu berselisih pendapat dalam kerja kelompok. Alih-alih bertengkar (seperti perjuangan fisik), kalian bisa duduk bersama untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah (seperti perjuangan diplomasi) supaya tugas kelompok tetap selesai dengan baik.

3. Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Setelah merdeka, Indonesia menetapkan politik luar negeri bebas aktif, artinya:

  • Bebas: Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan dunia mana pun.
  • Aktif: Indonesia tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, misalnya dengan mengirimkan Pasukan Garuda untuk misi perdamaian PBB dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Bayangkan dua temanmu sedang bertengkar. Sikap "bebas aktif" itu seperti kamu yang tidak memihak salah satu dari mereka (bebas), tetapi tetap aktif membantu mendamaikan keduanya agar berteman baik kembali (aktif).

📝 Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Tujuan utama perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan adalah ...Mudah
a. Menjajah negara lain
b. Mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan
c. Mencari kekayaan pribadi
d. Bekerja sama dengan penjajah
2. Berikut ini yang merupakan contoh bentuk perjuangan fisik/bersenjata adalah ...Mudah
a. Mengadakan perundingan damai
b. Menulis artikel di surat kabar
c. Melakukan perang melawan penjajah
d. Mendirikan sekolah rakyat
3. Perjanjian yang pertama kali diadakan antara Indonesia dan Belanda setelah proklamasi kemerdekaan adalah ...Sedang
a. Perjanjian Linggarjati
b. Perjanjian Renville
c. Konferensi Meja Bundar
d. Perjanjian Bongaya
4. Salah satu wujud nyata pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia adalah ...Sedang
a. Bergabung dengan salah satu blok kekuatan dunia
b. Menutup hubungan diplomatik dengan negara lain
c. Hanya fokus pada kepentingan dalam negeri
d. Mengirim Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB
5. Mengapa perjuangan diplomasi dianggap penting selain perjuangan bersenjata dalam meraih kemerdekaan Indonesia?Sukar
a. Karena tidak membutuhkan biaya sama sekali
b. Karena mampu memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional secara damai
c. Karena lebih mudah dilakukan oleh semua orang
d. Karena tidak melibatkan tokoh-tokoh penting

B. Isian Singkat

1. Tokoh yang memimpin Konferensi Asia Afrika di Bandung dan menjadi simbol politik bebas aktif Indonesia adalah ... Mudah
2. Perjuangan yang dilakukan melalui perundingan atau meja perundingan disebut perjuangan ... Sedang
3. Selain mengusir penjajah, tujuan perjuangan pahlawan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat adalah ... Sukar

C. Esai

1. Jelaskan perbedaan antara perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi yang dilakukan oleh para pahlawan Indonesia! Berikan masing-masing satu contohnya. Sedang
2. Bagaimana penerapan sikap "bebas aktif" ala politik luar negeri Indonesia dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Jelaskan pendapatmu disertai contoh nyata. Sukar

✅ Kesimpulan

Para pahlawan Indonesia berjuang dengan tujuan mengusir penjajah, meraih kemerdekaan, serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Perjuangan itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari perjuangan fisik/bersenjata, diplomasi, hingga melalui organisasi dan tulisan. Setelah merdeka, Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif — tidak memihak blok mana pun, tetapi tetap aktif menciptakan perdamaian dunia. Nilai-nilai perjuangan ini dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap gigih dalam belajar dan sikap adil dalam menyelesaikan masalah bersama teman.

📌 Refleksi Pembelajaran

Kendala Pembelajaran:
Beberapa siswa mungkin kesulitan membedakan antara bentuk-bentuk perjuangan (fisik vs diplomasi) karena istilah sejarah yang terdengar asing. Selain itu, keterbatasan akses internet/proyektor di kelas dapat menghambat pemutaran video pembelajaran.

Tindak Lanjut:
Guru dapat menyediakan ringkasan materi dalam bentuk poster/infografis sederhana sebagai cadangan jika video tidak dapat diputar, serta memberikan contoh analogi kehidupan sehari-hari secara berulang agar konsep lebih mudah dipahami. Bagi siswa yang belum paham, dapat diberikan pendampingan kelompok kecil atau tugas tambahan berupa membuat mind map sederhana.

Siswa yang Sudah Paham:
 
Siswa yang Belum Paham:
 





Kamis, 10 september 2026

  PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI Belajar dengan Penuh Kesadaran 💡 • Bermakna ❤️ • Menyenangkan 🎉 🪪 IDENTITAS PEMBELAJARAN 👩‍🏫 Nama Guru :...