Senin, 14 September 2026

Senin, 14 September 2026

  IDENTITAS 📚 

Pembelajaran Daring

Terbang Bersama Kupu-Kupu Mira 🦋

👩‍🏫 Nama Guru
Rizha Listiyani, S.Pd.
🗓️ Hari / Tanggal
Senin, 14 September 2026
🎒 Fase / Kelas
Fase C / Kelas VI
📘 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
📝 Materi
Bahasa Indonesia: Teks Sastra
🔢 Pertemuan Ke
minggu pertama
🌤️Apersepsi & Salam Pembuka
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga kalian semua sehat, ceria, dan penuh semangat ya! Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat sehat yang Allah berikan hari ini.

Anak-anak, hari ini kita akan belajar sesuatu yang sangat seru bersama  tokoh yang cantik dan penuh makna, yaitu Kupu-Kupu Mira 🦋. Sebelum mulai, yuk kita renungkan sebentar betapa besarnya kasih sayang Allah Swt. lewat makhluk kecil yang satu ini.
🎯Identitas Mata Pelajaran

📌 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menyimak dengan saksama dan memahami pesan lisan maupun teks aural (yang dibacakan atau didengar) dalam bentuk teks naratif dan teks sastra bergambar. Peserta didik mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban tersurat maupun tersirat (inferensial), serta mulai mengapresiasi karya sastra sederhana dan mengaitkan isinya dengan pengalaman pribadi.

🎯 Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menyimak dan menjawab pertanyaan inferensial tentang teks sastra bergambar "Kupu-Kupu Mira" yang dibacakan (Buku SIBI Revisi 2025), melalui kegiatan menonton video pembelajaran secara joyful dan diskusi bersama.

🗺️ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengingat kembali unsur-unsur teks sastra melalui kuis review singkat.
  2. Murid menyimak pembacaan/tayangan teks sastra bergambar "Kupu-Kupu Mira".
  3. Murid mengidentifikasi informasi tersurat dalam cerita (tokoh, latar, peristiwa).
  4. Murid berlatih menjawab pertanyaan inferensial (menyimpulkan hal yang tidak dikatakan secara langsung dalam cerita).
  5. Murid mengaitkan pesan/amanat cerita dengan kehidupan sehari-hari.
  6. Murid mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.
📖 Materi: Teks Sastra Bergambar⏱️ Alokasi: 2 x 35 menit

🧩 Model & Metode Pembelajaran

Model: Storytelling Approach dipadukan dengan Cooperative Learning.
Metode: menyimak aktif, tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan penugasan reflektif.

🧰 Media & Alat Peraga

  • Video pembelajaran (tautan YouTube)
  • Buku SIBI Revisi 2025
  • Gambar ilustrasi kupu-kupu & siklus metamorfosis
  • Laptop, proyektor / layar tayang
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
🕌Apersepsi: Kebesaran Allah Swt.

🌱 Allah Maha Khaliq (Pencipta)

Allah Swt. menciptakan kupu-kupu dengan sayap yang indah beraneka warna. Tidak ada satupun manusia yang mampu menciptakan makhluk seindah itu.

🛡️ Allah Maha Malik (Memelihara)

Allah menjaga proses metamorfosis kupu-kupu, dari telur menjadi ulat, kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa yang cantik. Semua tahapan itu dijaga oleh Allah dengan sangat teliti.

🌸 Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)

Allah memberikan rezeki berupa nektar bunga untuk makanan kupu-kupu, sekaligus menjadikan kupu-kupu bermanfaat membantu penyerbukan bunga.

🤔 Pertanyaan Pemantik: Menurut kalian, apa pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari perjalanan seekor ulat kecil hingga menjadi kupu-kupu yang cantik dan bisa terbang tinggi?
🔁Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Sebelumnya)

Sebelum lanjut belajar, ayo jawab dulu 5 soal Benar/Salah tentang teks sastra yang sudah kita pelajari kemarin ya! ✏️

1. Tokoh adalah orang atau makhluk yang berperan dalam sebuah cerita. (Benar/Salah)
2. Latar cerita hanya menunjukkan tempat terjadinya peristiwa, tidak termasuk waktu. (Benar/Salah)
3. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. (Benar/Salah)
4. Alur cerita adalah rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir cerita. (Benar/Salah)
5. Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tertulis persis di dalam teks. (Benar/Salah)
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬Ayo Menyimak & Belajar Bersama!

📖 Penjelasan Materi: Teks Sastra Bergambar "Kupu-Kupu Mira"

Teks sastra bergambar adalah cerita yang dilengkapi gambar untuk membantu kita memahami isi ceritanya. Dalam cerita "Kupu-Kupu Mira", kita akan menyimak perjalanan seekor kupu-kupu bernama Mira yang belajar tentang kesabaran dan kerja keras sebelum akhirnya bisa terbang bebas dengan sayap indahnya.

Saat menyimak cerita, ada dua jenis pertanyaan yang biasa muncul:

  • Pertanyaan tersurat: jawabannya bisa langsung ditemukan di dalam teks. Contoh: "Siapa nama tokoh utama dalam cerita?"
  • Pertanyaan inferensial (tersirat): jawabannya harus kita simpulkan sendiri berdasarkan petunjuk dalam cerita. Contoh: "Mengapa Mira merasa sedih saat masih menjadi ulat?"

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: sama seperti Mira yang harus bersabar melewati proses kepompong, kita juga perlu bersabar saat belajar hal baru di sekolah, misalnya saat belajar naik sepeda atau belajar membaca — tidak langsung bisa, tapi harus berlatih terus-menerus. 🚲📚

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

🧘 Mindful

Tarik napas perlahan selama 3 hitungan, bayangkan diri kalian seperti kupu-kupu yang terbang tenang di taman bunga. Hembuskan napas perlahan sambil merasakan ketenangan. 🌬️🦋

💡 Meaningful

Diskusikan bersama teman sebangku: pernahkah kalian merasa seperti "ulat" yang harus berjuang dulu sebelum berhasil menjadi "kupu-kupu"? Ceritakan pengalamannya! 🗣️

🎉 Joyful

Yuk bermain "Tebak Gerakan Kupu-Kupu"! Satu murid memperagakan gerakan ulat, kepompong, lalu kupu-kupu terbang, teman-teman lain menebak tahapan yang sedang diperagakan. 🦋🎭

Simaklah pembacaan cerita bergambar berikut ini yang akan dibacakan oleh temanmu dengan saksama!

Kupu-Kupu Mira
oleh Darwanto


Mira dan keluarganya tinggal di sebuah rumah susun di lantai tujuh. Rumah susun itu ada di Kota S. Mira, gadis 10 tahun, sangat suka membaca dan mendengarkan cerita. Setiap bulan, Mama selalu membelikan Mira buku baru untuk dibaca. Kamar Mira sudah mirip perpustakaan, penuh dengan buku.


Dari sekian banyak buku, Mira paling suka buku Ensiklopedia Keragaman Hayati. Dari buku itu, Mira mempelajari dan mengamati aneka ragam flora dan fauna. Mira menyukai tumbuhan dan binatang. Sayangnya, dia tinggal di sebuah rumah susun di lantai tujuh.

Pemilik rumah susun melarang para penghuni memelihara binatang, Binatang bisa menimbulkan bau dan suara berisik. Rumah susun tempat tinggal Mira tidak memiliki halaman. Ia tidak bisa menanam banyak bunga atau sayuran seperti dalam buku ensiklopedia. Bagi Mira, hal itu sangat menyedihkan.


Suatu ketika, Mira bertanya kepada Mamanya, "Ma, aku ingin sekali melihat wujud asli kupu-kupu. Aku hanya bisa melihatnya dari buku atau video. Di mana aku bisa melihatnya, Ma?"

Mama menatap Mira dengan wajah sedih. "Untuk melihat kupu-kupu, kita harus pergi ke taman bunga atau ke hutan," balas Mama.


"Namun, tidak ada taman di dekat tempat tinggal kita. Hutan juga sangat jauh," sahut Mira.

"Mama akan menyampaikan kepada Papa. Kalau Papa luang, Papa bisa mengajak kita jalan-jalan. Kita bisa ke taman atau ke hutan."

Mira bersorak girang. Namun, setelah hari berganti, ternyata Papa masih saja sibuk. Berkali-kali Mira menagih janji Papa untuk melihat kupu-kupu. Mama tak bisa berbuat banyak. Hingga suatu siang, Mama membawa akuarium mini berisi tiga ekor ulat.


Ayo jawab pertanyaan berikut ini!


1. Di manakah Mira dan keluarganya tinggal?

Jawab: Mira dan keluarganya tinggal di sebuah rumah susun di lantai tujuh di Kota S.


2. Kegiatan apa yang paling disukai Mira?

Jawab: Mira paling suka membaca buku dan mendengarkan cerita.


3. Jenis buku apa yang paling disukai Mira?

Jawab: Buku yang paling disukai Mira adalah Ensiklopedia Keragaman Hayati.


4. Mengapa di rumah susun tempat tinggal Mira penghuninya dilarang memelihara binatang?

Jawab: Karena binatang dapat menimbulkan bau dan suara berisik sehingga mengganggu penghuni rumah susun.


5. Apa yang terjadi dengan kupu-kupu Mira? Bagaimana perasaan Mira?

Jawab: Salah satu kupu-kupu Mira ditangkap dan dimakan oleh seekor cecak. Mira merasa sangat sedih dan akhirnya memutuskan melepaskan kupu-kupu yang tersisa agar dapat hidup bebas dan lebih aman.


📝Yuk, Uji Pemahamanmu! kerjakan tugas di buku latihanmu dan kirimkan foto dengan jelas melalui whatsapp paling lambat pukul 10.00 wib (Asesmen Formatif)

A. Pilihan Ganda

1. Siapa nama tokoh utama dalam cerita "Kupu-Kupu Mira"? Mudah
A. MiraB. NinaC. KikiD. Lala
2. Sebelum menjadi kupu-kupu, Mira terlebih dahulu menjadi... Mudah
A. SemutB. UlatC. KatakD. Burung
3. Apa yang membantu kupu-kupu terbang dari satu bunga ke bunga lain? Sedang
A. KakiB. AntenaC. SayapD. Mata
4. Mengapa Mira merasa sedih ketika masih berada di dalam kepompong? Sedang
A. Karena laparB. Karena tidak bisa bergerak bebas dan bertemu temanC. Karena kedinginanD. Karena kehujanan
5. Pesan (amanat) apa yang paling tepat dari cerita "Kupu-Kupu Mira"? Sukar
A. Jangan pernah bersabarB. Kesabaran dan kerja keras akan membuahkan hasil yang indahC. Kupu-kupu adalah hewan yang malasD. Proses tidak penting, hasil yang utama

B. Isian Singkat

6. Tempat dan waktu terjadinya sebuah cerita disebut .... Mudah
7. Proses perubahan bentuk kupu-kupu dari telur hingga dewasa disebut .... Sedang
8. Pertanyaan yang jawabannya perlu disimpulkan sendiri oleh pembaca disebut pertanyaan .... Sukar

C. Esai

9. Ceritakan kembali secara singkat isi cerita "Kupu-Kupu Mira" menggunakan kalimatmu sendiri! Sedang
10. Menurutmu, apa hubungan antara perjuangan Mira menjadi kupu-kupu dengan usaha kita dalam belajar di sekolah? Jelaskan pendapatmu! Sukar
🌈Kesimpulan

Hari ini kita telah belajar tentang teks sastra bergambar "Kupu-Kupu Mira" yang mengajarkan pentingnya kesabaran dan kerja keras dalam menghadapi proses kehidupan. Sama seperti Mira yang harus melalui tahap ulat dan kepompong sebelum bisa terbang indah, kita juga perlu terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam belajar. Selain itu, kita juga belajar membedakan pertanyaan tersurat dan pertanyaan inferensial dalam sebuah cerita. 🦋💪

💗Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?
😄Sangat Senang
🙂Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk
🧑‍🏫Refleksi Pembelajaran Guru
AspekCatatan
Kendala PembelajaranBeberapa siswa masih memerlukan bimbingan tambahan dalam membedakan pertanyaan tersurat dan inferensial; keterbatasan waktu saat sesi diskusi kelompok.
Tindak LanjutMemberikan latihan tambahan berupa contoh soal inferensial sederhana, serta pendampingan individu bagi siswa yang membutuhkan.
Refleksi seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran daring di rumah dengan jumlah 27 peserta didik telah mengirimkan tugasnya kepada guru dengan baik


🌸 🦋 🌸

Jumat, 11 September 2026

Jumat, 11 September 2026

 

🌈 SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


👩‍🏫

IDENTITAS


NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

📅

HARI / TANGGAL

Jumat, 11 September 2026

🏫

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

📖

MATA PELAJARAN

IPAS 

✏️

MATERI

Jejak Sang Pahlawan

🔢

PERTEMUAN KE

Minggu ke 6

🌟

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

🌍
Al-Khaliq
Maha Pencipta
🤲
Al-Malik
Maha Memelihara
🌾
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

 

Perjuangan Para Pahlawan & Politik Bebas Aktif

Materi IPAS — Kelas 6 SD

📋 Perencanaan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)
Mengacu pada Capaian Pembelajaran IPAS Fase C (Kurikulum Merdeka, masih berlaku pada tahun ajaran 2026/2027): pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami dan menganalisis peristiwa penting yang terjadi di lingkungan sekitarnya, mengaitkannya dengan konteks daerah, nasional, hingga global, serta memaknai bagaimana kehidupan masyarakat berubah dari masa ke masa. Peserta didik juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis untuk menyimpulkan pengaruh suatu peristiwa sejarah terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat meninjau peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di daerah pada zaman penjajahan, serta menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan.
Kegiatan BelajarKategori
Menonton video pembelajaran tentang perjuangan pahlawanJoyful
Bermain kuis benar/salah untuk mengulas materi sebelumnyaJoyful
Berdiskusi kelompok menganalisis bentuk-bentuk perjuangan pahlawanMeaningful
Mengaitkan nilai perjuangan pahlawan dengan sikap gigih dalam belajar sehari-hariMeaningful
Merefleksikan makna perjuangan bagi kehidupan diri sendiri saat iniMindful
Hening sejenak sebelum mengerjakan asesmen untuk fokus dan tenangMindful
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
TahapRincian Kegiatan
ATP 6.1Peserta didik mengidentifikasi tujuan perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan melalui tayangan video.
ATP 6.2Peserta didik mengklasifikasikan bentuk-bentuk perjuangan pahlawan (fisik/bersenjata dan diplomasi) melalui diskusi kelompok.
ATP 6.3Peserta didik menjelaskan pengertian dan penerapan politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui contoh kehidupan sehari-hari.
ATP 6.4Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan pada masa penjajahan melalui asesmen formatif.
Materi: Tujuan perjuangan pahlawan, bentuk-bentuk perjuangan, dan politik luar negeri bebas aktif
Model Pembelajaran: Discovery Learning (dipadukan dengan Problem Based Learning) — dipilih karena mengajak siswa menemukan sendiri makna nilai perjuangan lewat pengamatan video dan diskusi analisis, bukan sekadar menghafal fakta sejarah.
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.
Media & Alat Peraga: Video pembelajaran YouTube, laptop/proyektor, gambar/ilustrasi pahlawan dan peta perjuangan, poster garis waktu (timeline) kemerdekaan, kartu benar/salah untuk kuis, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), papan tulis.

🌬️ Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, yuk ingat kembali materi tentang cara menjaga kesehatan sistem pernapasan! Jawablah Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.

1. Paru-paru manusia berjumlah dua buah, yaitu paru-paru kanan dan kiri.
2. Merokok baik untuk menjaga kesehatan paru-paru.
3. Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan.
4. Menghirup udara yang berdebu atau berasap tidak berpengaruh apa pun pada paru-paru.
5. Bernapas melalui hidung lebih baik daripada melalui mulut karena hidung dapat menyaring udara yang masuk.

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebagai pembuka, mari kita tonton video pembelajaran berikut ini:

🔗 Tonton juga penjelasan tambahan tentang Politik Bebas Aktif Indonesia

1. Tujuan Perjuangan Para Pahlawan

Para pahlawan Indonesia berjuang dengan berbagai tujuan mulia, di antaranya:

  • 🎯 Mengusir penjajah dari tanah air.
  • 🎯 Meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
  • 🎯 Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
  • 🎯 Menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Sama seperti pahlawan yang gigih berjuang meski menghadapi banyak rintangan, kamu juga bisa mencontoh sikap itu saat belajar. Misalnya, saat mengerjakan soal matematika yang sulit, jangan langsung menyerah — teruslah mencoba sampai berhasil, seperti semangat pantang menyerah para pahlawan!

2. Bentuk-Bentuk Perjuangan Pahlawan

Perjuangan Fisik/Bersenjata
Perjuangan Diplomasi
Politik Bebas Aktif

Para pahlawan tidak hanya berjuang dengan senjata, tetapi juga dengan cara lain:

  • Perjuangan fisik/bersenjata: perlawanan langsung dengan senjata melawan penjajah, contohnya perlawanan Pangeran Diponegoro dan Pattimura.
  • Perjuangan diplomasi: perjuangan melalui perundingan atau meja perundingan, contohnya Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, dan Konferensi Meja Bundar.
  • Perjuangan melalui organisasi dan pendidikan: mendirikan organisasi seperti Budi Utomo dan menyelenggarakan Sumpah Pemuda untuk menyatukan semangat kebangsaan.
  • Perjuangan melalui tulisan dan media: menyebarkan semangat cinta tanah air lewat surat kabar dan tulisan-tulisan perjuangan.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Perjuangan diplomasi mirip seperti saat kamu dan temanmu berselisih pendapat dalam kerja kelompok. Alih-alih bertengkar (seperti perjuangan fisik), kalian bisa duduk bersama untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah (seperti perjuangan diplomasi) supaya tugas kelompok tetap selesai dengan baik.

3. Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Setelah merdeka, Indonesia menetapkan politik luar negeri bebas aktif, artinya:

  • Bebas: Indonesia tidak memihak salah satu blok kekuatan dunia mana pun.
  • Aktif: Indonesia tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, misalnya dengan mengirimkan Pasukan Garuda untuk misi perdamaian PBB dan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung.
💡 Kaitkan dengan kehidupanmu: Bayangkan dua temanmu sedang bertengkar. Sikap "bebas aktif" itu seperti kamu yang tidak memihak salah satu dari mereka (bebas), tetapi tetap aktif membantu mendamaikan keduanya agar berteman baik kembali (aktif).

📝 Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Tujuan utama perjuangan para pahlawan pada masa penjajahan adalah ...Mudah
a. Menjajah negara lain
b. Mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan
c. Mencari kekayaan pribadi
d. Bekerja sama dengan penjajah
2. Berikut ini yang merupakan contoh bentuk perjuangan fisik/bersenjata adalah ...Mudah
a. Mengadakan perundingan damai
b. Menulis artikel di surat kabar
c. Melakukan perang melawan penjajah
d. Mendirikan sekolah rakyat
3. Perjanjian yang pertama kali diadakan antara Indonesia dan Belanda setelah proklamasi kemerdekaan adalah ...Sedang
a. Perjanjian Linggarjati
b. Perjanjian Renville
c. Konferensi Meja Bundar
d. Perjanjian Bongaya
4. Salah satu wujud nyata pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia adalah ...Sedang
a. Bergabung dengan salah satu blok kekuatan dunia
b. Menutup hubungan diplomatik dengan negara lain
c. Hanya fokus pada kepentingan dalam negeri
d. Mengirim Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB
5. Mengapa perjuangan diplomasi dianggap penting selain perjuangan bersenjata dalam meraih kemerdekaan Indonesia?Sukar
a. Karena tidak membutuhkan biaya sama sekali
b. Karena mampu memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional secara damai
c. Karena lebih mudah dilakukan oleh semua orang
d. Karena tidak melibatkan tokoh-tokoh penting

B. Isian Singkat

1. Tokoh yang memimpin Konferensi Asia Afrika di Bandung dan menjadi simbol politik bebas aktif Indonesia adalah ... Mudah
2. Perjuangan yang dilakukan melalui perundingan atau meja perundingan disebut perjuangan ... Sedang
3. Selain mengusir penjajah, tujuan perjuangan pahlawan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat adalah ... Sukar

C. Esai

1. Jelaskan perbedaan antara perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi yang dilakukan oleh para pahlawan Indonesia! Berikan masing-masing satu contohnya. Sedang
2. Bagaimana penerapan sikap "bebas aktif" ala politik luar negeri Indonesia dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Jelaskan pendapatmu disertai contoh nyata. Sukar

✅ Kesimpulan

Para pahlawan Indonesia berjuang dengan tujuan mengusir penjajah, meraih kemerdekaan, serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Perjuangan itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari perjuangan fisik/bersenjata, diplomasi, hingga melalui organisasi dan tulisan. Setelah merdeka, Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif — tidak memihak blok mana pun, tetapi tetap aktif menciptakan perdamaian dunia. Nilai-nilai perjuangan ini dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap gigih dalam belajar dan sikap adil dalam menyelesaikan masalah bersama teman.

📌 Refleksi Pembelajaran

Kendala Pembelajaran:
Beberapa siswa mungkin kesulitan membedakan antara bentuk-bentuk perjuangan (fisik vs diplomasi) karena istilah sejarah yang terdengar asing. Selain itu, keterbatasan akses internet/proyektor di kelas dapat menghambat pemutaran video pembelajaran.

Tindak Lanjut:
Guru dapat menyediakan ringkasan materi dalam bentuk poster/infografis sederhana sebagai cadangan jika video tidak dapat diputar, serta memberikan contoh analogi kehidupan sehari-hari secara berulang agar konsep lebih mudah dipahami. Bagi siswa yang belum paham, dapat diberikan pendampingan kelompok kecil atau tugas tambahan berupa membuat mind map sederhana.

Siswa yang Sudah Paham:
 
Siswa yang Belum Paham:
 





Kamis, 10 September 2026

Kamis, 10 september 2026

 

PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI

Belajar dengan Penuh Kesadaran 💡 • Bermakna ❤️ • Menyenangkan 🎉

🪪 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 Nama Guru: Rizha Listiyani, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal: Kamis/ 10 Seotember 2026
🎓 Fase / Kelas: Fase C / Kelas VI
📖 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
📚 MateriTeks Sastra

🔢 Pertemuan Ke: 1

🌟 APERSEPSI AWAL: MENGINGAT KEBESARAN ALLAH SWT.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Apa kabar anak-anak shalih dan shalihah? 😊 Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk belajar. Jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT. atas kesempatan yang diberikan kepada kita.

Hari ini kita kembali mengingat tiga kebesaran Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir, berbahasa, berimajinasi, dan memahami cerita. Karena itulah kita dapat menikmati berbagai cerita yang penuh pesan dan pelajaran.

Allah juga Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara. Allah mengajarkan manusia untuk menjaga kehidupan agar tetap baik, damai, dan teratur. Salah satu cara menjaganya adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Allah adalah Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Memberi Rezeki. Rezeki bukan hanya berupa makanan atau harta. Ilmu, teman yang baik, keluarga, kesempatan belajar, dan kemampuan memahami sesuatu juga merupakan nikmat dari Allah.

💭 Pertanyaan Pemantik:
Jika Allah memberi manusia kemampuan untuk berpikir dan memilih, bagaimana seharusnya kita menggunakan kemampuan tersebut agar membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain?
🦋 Hubungkan dengan pelajaran hari ini:
Melalui teks sastra, kita belajar memahami perasaan dan pesan kehidupan. Melalui nilai Pancasila, kita belajar memilih tindakan yang baik. Jadi, hari ini kita tidak hanya belajar memahami cerita, tetapi juga belajar menjadi manusia yang mampu mengambil nilai baik dari setiap peristiwa.



📖 MATA PELAJARAN 1 — BAHASA INDONESIA

🦋 TEKS SASTRA: “KUPU-KUPU MIRA”

🎯 Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase C, murid mampu menganalisis informasi dan isi teks sastra yang disimak atau dipirsa, memahami makna tersurat maupun tersirat, serta mengapresiasi teks sastra dengan memberikan tanggapan berdasarkan isi cerita.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu menyimak teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira” dengan penuh perhatian.
  • Murid mampu menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi dalam cerita.
  • Murid mampu menentukan tokoh, peristiwa, dan pesan yang terdapat dalam teks.
  • Murid mampu menghubungkan isi cerita dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.
  • Murid mampu menyampaikan pendapat secara santun dan percaya diri.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengamati gambar dan memprediksi isi cerita.
  2. Murid menyimak cerita yang dibacakan atau ditayangkan.
  3. Murid menemukan informasi penting dalam cerita.
  4. Murid menjawab pertanyaan inferensial menggunakan bukti dari cerita.
  5. Murid menentukan pesan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  6. Murid menyampaikan hasil pemahamannya kepada teman.

📚 Materi

  • Pengertian teks sastra.
  • Unsur sederhana dalam cerita: tokoh, peristiwa, masalah, dan pesan.
  • Informasi tersurat dan tersirat.
  • Pertanyaan inferensial.
  • Menghubungkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning.
Metode: menyimak, tanya jawab, diskusi, Think-Pair-Share, membaca terpandu, dan presentasi.

🖥️ Media dan Alat Peraga

  • Buku SIBI Revisi 2025.
  • Teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira”.
  • Video pembelajaran.
  • LCD / proyektor / televisi kelas.
  • Flash card tokoh dan peristiwa.
  • LKPD.
  • Kertas kecil atau sticky notes.
  • Papan tulis dan spidol.

🔄 REVIEW MATERI SEBELUMNYA

Pilih BENAR atau SALAH! ✍️

1. Teks sastra dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, pengalaman, imajinasi, dan pesan.
Jawaban: Benar / Salah
2. Tokoh adalah tempat terjadinya suatu peristiwa dalam cerita.
Jawaban: Benar / Salah
3. Pesan dalam cerita dapat menjadi pelajaran bagi pembaca.
Jawaban: Benar / Salah
4. Kita boleh menyimpulkan isi cerita tanpa membaca atau menyimak cerita terlebih dahulu.
Jawaban: Benar / Salah
5. Gambar dalam teks sastra dapat membantu pembaca memahami cerita.
Jawaban: Benar / Salah
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   |   2. Salah   |   3. Benar   |   4. Salah   |   5. Benar

🎬 VIDEO DAN PENJELASAN MATERI

Sebelum mempelajari cerita, mari kita memahami terlebih dahulu bagaimana cara menemukan unsur penting dan pesan dalam sebuah teks sastra.

💡 Jika video tidak langsung tampil pada perangkat, gunakan pencarian YouTube: “Teks Sastra Kelas 6 SD”.

📌 Apa Itu Teks Sastra?

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, atau imajinasi. Contohnya adalah cerita pendek, dongeng, puisi, dan drama.

Saat membaca cerita, kita tidak hanya mencari apa yang terjadi. Kita juga dapat berpikir lebih dalam: Mengapa tokoh melakukan sesuatu? Apa yang mungkin dirasakan tokoh? Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

🔎 Apa Itu Pertanyaan Inferensial?

Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak selalu tertulis secara langsung. Kita perlu menggabungkan petunjuk dalam cerita dengan kemampuan berpikir kita.

Contoh:
Dalam cerita tertulis: “Mira menundukkan kepala dan berjalan pelan setelah temannya pergi.”

Pertanyaan: Bagaimana kemungkinan perasaan Mira?
Jawaban: Mira mungkin merasa sedih atau kecewa. Jawaban tersebut diperoleh dari petunjuk tindakan Mira.

🏠 Hubungan dengan Kehidupan Sehari-hari

Ketika seorang teman terlihat diam dan tidak seperti biasanya, kita dapat belajar memperhatikan tanda-tanda dan bertanya dengan baik, “Apakah kamu baik-baik saja?” Kemampuan memahami perasaan orang lain seperti ini juga dapat dilatih melalui teks sastra.

🌈 AKTIVITAS MINDFUL – MEANINGFUL – JOYFUL

🧘 MINDFUL — “Aku Menyimak dengan Fokus”
Murid duduk tenang selama satu menit, memperhatikan gambar kupu-kupu dan menceritakan hal yang pertama kali mereka pikirkan. Setelah itu, murid menyimak cerita tanpa mengobrol.
💡 MEANINGFUL — “Pesan untuk Kehidupanku”
Setelah membaca cerita, murid menuliskan satu pesan yang paling bermakna dan menuliskan satu contoh penerapannya di rumah atau sekolah.
🎉 JOYFUL — “Detektif Cerita”
Murid bekerja dalam kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kartu berisi petunjuk cerita dan harus menemukan tokoh, peristiwa, perasaan tokoh, serta pesan cerita. Kelompok tercepat mendapat gelar Detektif Sastra Hebat! 🕵️

📝 ASESMEN FORMATIF — BAHASA INDONESIA

🟢 A. Pilihan Ganda

1. Pertanyaan inferensial membutuhkan kemampuan untuk …
A. menyalin seluruh cerita
B. menggabungkan petunjuk dan membuat kesimpulan
C. menghafal semua kata
D. membaca judul saja
2. Perhatikan kalimat berikut!
“Doni tersenyum lebar ketika namanya dipanggil sebagai pemenang.”
Perasaan Doni kemungkinan adalah …
A. takut
B. marah
C. senang
D. kecewa
3. Pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita disebut …
A. amanat
B. latar
C. tokoh
D. judul
4. Jika jawaban sebuah pertanyaan tidak tertulis langsung dalam cerita, cara terbaik adalah …
A. tidak menjawab
B. menebak tanpa alasan
C. melihat judul saja
D. menggunakan petunjuk cerita untuk menyimpulkan
5. Seorang tokoh selalu membantu temannya walaupun sedang sibuk. Amanat yang paling sesuai adalah …
A. kita harus selalu bermain
B. kita perlu peduli dan suka menolong
C. kita tidak boleh mempunyai teman
D. kita harus menghindari semua pekerjaan

🟡 B. Isian

6. Tokoh dalam cerita adalah ______________________________.
7. Informasi yang harus disimpulkan dari petunjuk cerita disebut informasi ______________________________.
8. Pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita disebut ______________________________.

🔴 C. Esai

9. Mengapa kita perlu memperhatikan tindakan dan perasaan tokoh ketika menjawab pertanyaan tentang isi cerita?
10. Tuliskan sebuah contoh peristiwa sederhana di sekolah. Kemudian buatlah satu pertanyaan inferensial beserta jawabannya!

✨ KESIMPULAN BAHASA INDONESIA

Teks sastra tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajak kita berpikir, merasakan, dan mengambil pelajaran. Dengan memahami tokoh, peristiwa, informasi tersurat dan tersirat, kita dapat menjawab pertanyaan inferensial dengan lebih baik. 📖🦋


Refleksi 

Seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik. Dengan demikian terdapat 27 peserta didik yang memahami materi hari ini dengan baik dan dapat menyelesaikan post test dengan nilai baik

Senin, 14 September 2026

   IDENTITAS 📚  Pembelajaran Daring Terbang Bersama Kupu-Kupu Mira 🦋 👩‍🏫 Nama Guru Rizha Listiyani, S.Pd. 🗓️ Hari / Tanggal Senin, 14 S...