Kamis, 22 Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026

 

JURNAL PEMBELAJARAN HARIAN

Kurikulum Merdeka · Fase C / Kelas VI
๐Ÿ‘ฉ‍๐ŸซNama Guru:Rizha Listiyani, S.Pd.
๐Ÿ—“️Hari / Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
๐ŸŽ’Fase / Kelas:Fase C / Kelas VI
๐Ÿ“–Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia, Seni Rupa
๐Ÿ“Materi:Bahasa Indonesia (Jenis-Jenis Karya Sastra: mite, legenda, fabel, dll), Seni Rupa (Kreasi Kerajinan Makrame)
๐Ÿ”ขPertemuan Ke:minggu ke 6

๐ŸŒค️ Apersepsi Pagi Ini

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. ๐ŸŒธ

Apa kabar anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! Sudahkah anak-anak melaksanakan sholat Subuh dan membaca do'a sebelum belajar? Jangan sampai lupa, karena itu adalah kunci ilmu yang berkah. ๐Ÿคฒ

Hari ini kita akan belajar banyak hal seru! Tahukah kalian, Allah Swt itu Maha Pencipta (Al-Khaliq) — Dialah yang menciptakan manusia, alam semesta, bahkan menciptakan imajinasi di kepala manusia sehingga lahirlah cerita-cerita rakyat seperti mite, legenda, dan fabel yang akan kita pelajari hari ini. Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik) — Dialah yang menjaga dan memelihara bangsa kita sehingga bisa bertahan meski pernah dijajah ratusan tahun. Dan Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — lihatlah, dari sehelai benang saja, tangan-tangan terampil bisa membuat kerajinan makrame yang indah dan bernilai jual, itu semua rezeki dari-Nya. ๐Ÿ•Š️

๐Ÿค” Pertanyaan Pemantik:
1. Menurut kalian, mengapa Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berimajinasi hingga bisa membuat cerita rakyat?
2. Bagaimana perasaanmu jika membayangkan hidup di masa penjajahan tanpa kemerdekaan?
3. Bentuk rasa syukur apa yang bisa kita tunjukkan hari ini atas kemerdekaan dan keterampilan tangan yang kita miliki?
◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡
๐Ÿ”Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Kemarin)

Sebelum lanjut ke materi baru, jawablah Benar atau Salah pada pernyataan tentang teks sastra berikut ini! ✍️

  1. Fabel adalah cerita yang tokoh utamanya berupa hewan yang bisa berbicara dan bertingkah laku seperti manusia.
  2. Mite adalah cerita yang kejadiannya benar-benar terjadi dan bisa dibuktikan secara ilmiah.
  3. Legenda biasanya menceritakan asal-usul suatu tempat, benda, atau makhluk tertentu.
  4. Semua karya sastra lama diketahui dengan jelas siapa nama pengarangnya.
  5. Dongeng termasuk karya sastra lama yang bersifat khayalan atau fiktif.
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban: 1. Benar  |  2. Salah  |  3. Benar  |  4. Salah (karya sastra lama umumnya anonim)  |  5. Benar
๐Ÿ”ค BAHASA INDONESIA
๐ŸงญRencana Belajar Hari Ini
๐ŸŽฏ Capaian PembelajaranPeserta didik mampu memahami dan menanggapi informasi dari teks sastra (fiksi) dan teks lain sesuai jenjangnya, mengidentifikasi unsur dan ciri berbagai jenis karya sastra, serta menyampaikan tanggapan secara lisan maupun tulisan dengan bahasa yang runtut.
๐ŸŽฏ Tujuan PembelajaranMelalui kegiatan membaca dan berdiskusi, peserta didik dapat membedakan ciri-ciri jenis karya sastra (mite, legenda, fabel, dan dongeng) serta menceritakan kembali salah satu karya sastra dengan bahasanya sendiri secara percaya diri.
๐Ÿชœ Alur Tujuan Pembelajaran
  • Mengamati contoh-contoh cerita rakyat dari berbagai daerah.
  • Mengidentifikasi ciri khas tiap jenis karya sastra (mite, legenda, fabel, dongeng).
  • Berdiskusi mengelompokkan judul cerita sesuai jenisnya.
  • Menceritakan kembali salah satu cerita rakyat pilihan di depan kelas.
⏰ Alokasi Waktu2 x 35 menit
๐Ÿงฉ Model & Metode PembelajaranDiscovery Learning dengan metode diskusi kelompok, tanya jawab, dan story telling (bercerita).
๐ŸŽจ Media & Alat Peraga
  • Kumpulan teks cerita rakyat nusantara
  • Kartu bergambar jenis karya sastra
  • Video pembelajaran
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
๐ŸŽฌAyo Belajar! (Bahasa Indonesia)
▶Tonton video: Mengenal Jenis-Jenis Karya Sastra
Klik untuk mencari video pembelajaran di YouTube


Anak-anak, tahukah kalian bahwa cerita-cerita yang sering diceritakan nenek atau kakek sebelum tidur itu punya "jenisnya" sendiri lho! Berikut penjelasannya:

๐Ÿ‘ป MiteCerita tentang makhluk gaib atau dewa-dewi yang dipercaya benar-benar terjadi oleh masyarakat zaman dahulu. Contoh: cerita Nyi Roro Kidul.
๐Ÿ”️ LegendaCerita tentang asal-usul suatu tempat atau benda. Contoh: cerita Tangkuban Perahu, tentang asal-usul sebuah gunung.
๐ŸฆŠ FabelCerita yang tokohnya hewan, tetapi bisa bicara dan bersikap seperti manusia, biasanya mengandung pesan moral. Contoh: Kancil dan Buaya.
๐ŸŒ™ DongengCerita khayalan yang dibuat untuk menghibur, seperti kisah Bawang Merah Bawang Putih.

Contoh sederhana: kalau kamu mendengar cerita "Malin Kundang" tentang asal-usul batu di pantai, itu termasuk legenda. Kalau kamu mendengar cerita kancil yang cerdik menipu buaya, itu fabel. Sama seperti saat kamu bercerita ke teman tentang kejadian lucu di rumah — semua cerita punya "jenisnya" masing-masing! ๐Ÿ˜„

๐ŸŒˆAktivitas Mindful - Meaningful - Joyful
๐Ÿง˜ MindfulTarik napas pelan sambil memejamkan mata, bayangkan satu tokoh cerita rakyat favoritmu selama 30 detik.
๐Ÿ’ก MeaningfulDiskusikan pesan moral apa yang bisa diambil dari fabel yang sudah dipelajari untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.
๐ŸŽ‰ JoyfulPermainan "Tebak Jenis Cerita": guru menyebutkan judul cerita, siswa mengangkat kartu jenis karya sastra yang sesuai.
๐Ÿ“Asesmen Formatif — Bahasa Indonesia

A. Pilihan Ganda

  1. Cerita yang tokohnya berupa hewan dan bisa berbicara disebut ...
    a) Mite   b) Fabel   c) Puisi   d) Biografi
  2. Cerita Tangkuban Perahu menjelaskan asal-usul sebuah gunung. Cerita ini termasuk jenis ...
    a) Legenda   b) Fabel   c) Mite   d) Cerpen modern
  3. Berikut ini yang bukan ciri karya sastra lama adalah ...
    a) Bersifat anonim   b) Diwariskan secara lisan   c) Ditulis dengan nama pengarang jelas   d) Berisi nilai budaya
  4. Cerita tentang dewa atau makhluk gaib yang dipercaya benar terjadi disebut ...
    a) Fabel   b) Mite   c) Dongeng   d) Novel
  5. Manfaat mempelajari karya sastra daerah adalah ..., kecuali ...
    a) Melestarikan budaya   b) Mengenal nilai moral   c) Melatih imajinasi   d) Menghafal rumus matematika

B. Isian Singkat

  1. Cerita yang mengandung pesan moral dan tokohnya hewan disebut ….
  2. Sebutkan satu contoh judul legenda yang kamu ketahui: ….
  3. Karya sastra lama biasanya diwariskan secara ….

C. Esai

  1. Jelaskan perbedaan antara mite dan legenda beserta contohnya masing-masing!
  2. Ceritakan kembali salah satu fabel yang kamu ketahui dengan bahasamu sendiri, minimal 3 kalimat, dan sebutkan pesan moralnya!
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban:
PG: 1) b   2) a   3) c   4) b   5) d
Isian: 1) Fabel   2) Contoh: Tangkuban Perahu / Danau Toba (kebijakan guru)   3) Lisan (turun-temurun)
Esai: dinilai berdasarkan pemahaman konsep dan kelengkapan cerita (kebijakan guru).
✨ Kesimpulan: Karya sastra memiliki banyak jenis seperti mite, legenda, fabel, dan dongeng, yang masing-masing punya ciri khas dan pesan moral berbeda. Dengan mengenalnya, kita ikut melestarikan budaya bangsa. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡
๐ŸŽจ SENI RUPA
๐ŸงญRencana Belajar Hari Ini
๐ŸŽฏ Capaian PembelajaranPeserta didik mampu mengeksplorasi dan menciptakan karya seni rupa dua/tiga dimensi menggunakan berbagai bahan dan teknik, termasuk kerajinan tekstil sederhana seperti makrame, serta mampu merefleksikan proses dan hasil karyanya.
๐ŸŽฏ Tujuan PembelajaranMelalui praktik langsung, peserta didik dapat membuat kerajinan makrame sederhana dengan teknik simpul dasar secara kreatif, rapi, dan penuh kesabaran.
๐Ÿชœ Alur Tujuan Pembelajaran
  • Mengamati contoh dan video tutorial kerajinan makrame.
  • Mengenal alat, bahan, dan teknik simpul dasar makrame.
  • Berlatih membuat simpul dasar secara bertahap.
  • Menyelesaikan satu karya makrame sederhana (misal: gantungan kunci/hiasan dinding mini).
⏰ Alokasi Waktu2 x 35 menit
๐Ÿงฉ Model & Metode PembelajaranProject Based Learning dengan metode demonstrasi dan praktik langsung (hands-on).
๐ŸŽจ Media & Alat Peraga
  • Tali makrame / benang katun
  • Gunting dan papan alas / ring kayu
  • Contoh gambar pola simpul makrame
  • Video tutorial pembuatan makrame
๐ŸŽฌAyo Berkarya! (Seni Rupa)
▶Tonton video: Tutorial Makrame untuk Pemula
Klik untuk mencari video pembelajaran di YouTube

Anak-anak, makrame adalah seni membuat simpul dari tali atau benang sehingga menjadi hiasan yang cantik, seperti gantungan pot bunga atau gantungan kunci. Berikut simpul dasar yang akan kita pelajari:

➕ Simpul Kepala (Lark's Head)Simpul pertama untuk mengikat tali ke ring atau kayu, seperti saat kita mengikat tali sepatu di lubang pertama.
〰️ Simpul Pipih (Square Knot)Simpul dasar yang membentuk pola kotak, mirip saat kita mengepang rambut namun menggunakan dua tali luar dan dua tali tengah.

Sama seperti saat kalian mengepang rambut atau mengikat tali sepatu, membuat makrame juga butuh ketelitian dan kesabaran. Semakin sering berlatih, simpul kalian akan semakin rapi! ๐Ÿงต

๐ŸŒˆAktivitas Mindful - Meaningful - Joyful
๐Ÿง˜ MindfulRasakan tekstur tali di tangan sambil bernapas pelan, fokuskan perhatian hanya pada gerakan jari saat menyimpul.
๐Ÿ’ก MeaningfulDiskusikan bagaimana kesabaran dalam membuat simpul bisa diterapkan saat menghadapi tugas sulit lainnya.
๐ŸŽ‰ JoyfulLomba mini "Simpul Tercepat dan Terapi" antar kelompok dengan hadiah tepuk tangan meriah.
๐Ÿ“Asesmen Formatif — Seni Rupa

A. Pilihan Ganda

  1. Kerajinan yang dibuat dengan teknik menyimpul tali atau benang disebut ...
    a) Batik   b) Makrame   c) Anyaman bambu   d) Ukiran kayu
  2. Simpul pertama yang digunakan untuk mengikat tali ke ring/kayu disebut ...
    a) Simpul pipih   b) Simpul kepala   c) Simpul mati   d) Simpul tunggal
  3. Alat yang paling penting untuk memotong tali makrame adalah ...
    a) Penggaris   b) Lem   c) Gunting   d) Pensil
  4. Sikap yang paling dibutuhkan saat membuat makrame adalah ...
    a) Terburu-buru   b) Sabar dan teliti   c) Ceroboh   d) Malas mencoba
  5. Hasil karya makrame dapat dimanfaatkan sebagai ...
    a) Bahan makanan   b) Hiasan atau gantungan   c) Alat tulis   d) Obat-obatan

B. Isian Singkat

  1. Simpul dasar makrame yang membentuk pola kotak disebut simpul ….
  2. Bahan utama yang digunakan untuk membuat makrame adalah ….
  3. Sebutkan satu contoh benda hasil kerajinan makrame: ….

C. Esai

  1. Jelaskan langkah-langkah membuat simpul kepala (lark's head) pada makrame!
  2. Menurutmu, mengapa membuat kerajinan tangan seperti makrame bisa melatih kesabaran dan kreativitas? Jelaskan pendapatmu!
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban:
PG: 1) b   2) b   3) c   4) b   5) b
Isian: 1) Pipih (square knot)   2) Tali/benang katun   3) Gantungan kunci / hiasan dinding / gantungan pot (kebijakan guru)
Esai: dinilai berdasarkan urutan langkah dan alasan yang logis (kebijakan guru).
✨ Kesimpulan: Makrame adalah kerajinan tangan berbasis simpul tali yang melatih kesabaran, ketelitian, dan kreativitas kita dalam menciptakan karya yang indah dan bermanfaat. ๐Ÿงถ
◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡ ◡

๐Ÿ’— Bagaimana Perasaanmu Belajar Hari Ini?

Lingkari atau ceritakan emojimu ke Bu Guru ya!

๐Ÿ˜„Sangat Senang
๐Ÿ™‚Senang
๐Ÿ˜Biasa Saja
๐Ÿ˜•Bingung
๐Ÿ˜ดLelah
๐Ÿง‘‍๐ŸซRefleksi Pembelajaran Guru

๐Ÿ”ค Bahasa Indonesia

Kendala Pembelajaran: Sebagian siswa masih tertukar antara ciri mite dan legenda karena kemiripan tema.
Tindak Lanjut: Memberikan contoh tambahan dan latihan mengelompokkan cerita secara berulang.
Siswa yang Paham / Belum Paham: ……………………………………………………

๐ŸŽจ Seni Rupa

Kendala Pembelajaran: Beberapa siswa kesulitan mengatur tegangan tali sehingga simpul kurang rapi.
Tindak Lanjut: Memberikan pendampingan individu dan latihan simpul tambahan di sesi berikutnya.
Siswa yang Paham / Belum Paham: ………………………………………………
๐ŸงพLembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

๐Ÿ”ค LKPD Bahasa Indonesia — "Detektif Cerita Rakyat"

Pasangkan judul cerita dengan jenis karya sastranya, lalu tuliskan satu pesan moral yang kamu temukan!

Judul cerita: ____________________

Jenis karya sastra: ____________________

Pesan moral yang kutemukan: 

๐ŸŽจ LKPD Seni Rupa — "Simpul Pertamaku"

Praktikkan simpul kepala dan simpul pipih pada tali makrame, lalu tempelkan hasil praktikmu (atau foto) di kotak berikut, dan tuliskan perasaanmu saat membuatnya.

(Tempel hasil karya di sini)

Perasaanku saat membuat: ____________________

๐ŸŒŸ Selamat belajar, anak-anak hebat! Semangat terus meraih ilmu! ๐ŸŒŸ

Selasa, 20 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026

   IDENTITAS

๐ŸŒˆ SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

๐Ÿ“š Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ

NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

๐Ÿ“…

HARI / TANGGAL

Senin, 19 Oktober 2026

๐Ÿซ

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

๐Ÿ“–

MATA PELAJARAN

Matematika

✏️

MATERI

Rasio

๐Ÿ”ข

PERTEMUAN KE

Minggu ke 6

๐ŸŒŸ

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

๐ŸŒ
Al-Khaliq
Maha Pencipta
๐Ÿคฒ
Al-Malik
Maha Memelihara
๐ŸŒพ
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

Pahlawan Nasional dan Jejaknya di Masa Kini

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi, dan menjelaskan hubungan antara makhluk hidup, lingkungan alam, dan lingkungan sosial. Peserta didik juga mampu menjelaskan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial serta peran tokoh dan masyarakat di dalamnya, menunjukkan sikap menghargai keberagaman dan jasa para tokoh, dan mengomunikasikan hasil pengamatannya secara sederhana.
Catatan: rumusan di atas diringkas dari CP IPAS Fase C. Mohon disesuaikan dengan teks resmi CP terbaru dari Kemendikdasmen.

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu menjawab soal berkaitan dengan pancaindra dan perubahan lingkungan sosial.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

  1. Siswa tenang, fokus, dan menyimak penjelasan guru tanpa terburu-buru. Mindful
  2. Siswa menonton video pembelajaran tentang pahlawan dengan mata dan telinga, lalu menyebutkan hal yang mereka lihat dan dengar. Joyful
  3. Siswa menghubungkan jasa pahlawan dengan perubahan di lingkungan sosial, misalnya nama jalan, monumen, dan hari besar nasional di sekitar mereka. Meaningful
  4. Siswa mengerjakan latihan pembuka secara santai sambil saling mengoreksi jawaban teman. Joyful
  5. Siswa menjawab soal asesmen dan menuliskan satu aksi nyata untuk menghargai pahlawan. Meaningful Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa mampu menyimak materi dengan fokus dan tenang.
  2. Siswa mampu menyebutkan hasil pengamatan melalui indra penglihatan dan pendengaran dari video pahlawan.
  3. Siswa mampu menjelaskan jejak pahlawan sebagai perubahan lingkungan sosial masa kini.
  4. Siswa mampu menjawab soal latihan tentang pahlawan dengan benar.
  5. Siswa mampu menjawab soal asesmen dan menentukan cara menghargai jasa pahlawan.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning (pembelajaran penemuan).
Metode: ceramah singkat, tanya jawab, pengamatan video, diskusi kelompok, dan penugasan.

Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Jawablah soal tentang pahlawan daerah berikut dengan singkat.

  1. Pahlawan dari Lampung yang gigih melawan penjajah Belanda adalah ....
  2. Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan dijuluki ....
  3. Pahlawan wanita dari Aceh yang memimpin perang gerilya adalah ....
  4. Kapitan Pattimura berasal dari daerah ....
  5. Pahlawan daerah adalah tokoh yang berjuang dan berjasa terutama bagi ....
Kunci jawaban:
1. Radin Intan II   2. Ayam Jantan dari Timur   3. Cut Nyak Dhien   4. Maluku   5. daerahnya (masyarakat di daerah asalnya)

Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Video Pembelajaran

Tontonlah video dengan tenang. Perhatikan apa yang kamu lihat dan dengar.

๐ŸŽฅ Tempel video YouTube di sini
Ganti kotak ini dengan kode sematan (iframe) dari YouTube.

1. Pahlawan Nasional

Pahlawan nasional adalah warga negara Indonesia yang berjuang melawan penjajah atau berjasa luar biasa bagi bangsa, lalu diberi gelar resmi oleh Presiden atas usul pemerintah. Jasanya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya satu daerah.

PahlawanAsalJasa
Pangeran DiponegoroYogyakartaMemimpin Perang Jawa (1825–1830)
Cut Nyak DhienAcehMemimpin perang gerilya melawan Belanda
Bung TomoSurabayaMembakar semangat arek-arek Surabaya, 10 November 1945
R.A. KartiniJeparaMemperjuangkan pendidikan perempuan

Perbedaannya dengan pahlawan daerah: pahlawan nasional diakui negara dan jasanya berskala nasional, sedangkan pahlawan daerah dikenang terutama di daerahnya. Sifat yang mereka miliki sama: berani, rela berkorban, dan cinta tanah air.

2. Jejak Pahlawan di Masa Kini

Perjuangan pahlawan membawa perubahan lingkungan sosial. Dulu kita dijajah, kini kita merdeka. Jejaknya masih dapat kita amati dengan pancaindra:

  • Dilihat (mata): monumen, museum, patung, nama jalan, nama bandara, dan uang rupiah bergambar pahlawan.
  • Didengar (telinga): lagu perjuangan dan pidato upacara bendera.
  • Dirasakan: kemerdekaan, bersekolah dengan aman, dan hidup rukun dalam persatuan.
  • Diperingati: Hari Pahlawan setiap 10 November dan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus.

Contohnya, Bandara Radin Inten II di Lampung memakai nama pahlawan daerah, sehingga namanya terus dikenang setiap hari.

3. Cara Menghargai Jasa Para Pahlawan

  • Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat.
  • Belajar sungguh-sungguh dan berprestasi sebagai wujud mengisi kemerdekaan.
  • Menjaga persatuan, rukun dengan teman yang berbeda suku, agama, dan budaya.
  • Merawat monumen, makam pahlawan, dan fasilitas umum.
  • Meneladani sifat pahlawan: berani, jujur, disiplin, dan peduli sesama.
  • Mengenalkan kisah pahlawan kepada adik dan teman.

Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. Orang yang berjuang dan berkorban demi bangsa disebut ....
    1. pedagang
    2. pahlawan
    3. penjajah
    4. wisatawan
  2. Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal ....
    1. 17 Agustus
    2. 2 Mei
    3. 28 Oktober
    4. 10 November
  3. Gelar pahlawan nasional diberikan oleh ....
    1. Presiden atas usul pemerintah
    2. kepala sekolah
    3. kepala desa
    4. negara lain
  4. Berikut ini jejak pahlawan yang dapat kita lihat sekarang adalah ....
    1. harga barang di pasar
    2. cuaca hari ini
    3. nama jalan, monumen, dan bandara
    4. acara televisi
  5. Perubahan lingkungan sosial setelah perjuangan para pahlawan adalah ....
    1. rakyat hidup di bawah penjajahan
    2. rakyat bebas menentukan nasib bangsanya sendiri
    3. rakyat dilarang bersekolah
    4. semua daerah terpisah-pisah

B. Isian

  1. Pertempuran 10 November 1945 terjadi di kota ....
  2. Saat mengunjungi museum, indra yang kita gunakan untuk mengamati benda bersejarah adalah ....
  3. Sikap cinta tanah air dan rela berkorban demi bangsa disebut semangat ....

C. Esai

  1. Sebutkan dua jejak pahlawan yang ada di sekitarmu dan jelaskan alasannya!
  2. Bagaimana caramu meneruskan perjuangan pahlawan di sekolah dan di masyarakat? Berikan tiga contoh beserta alasannya!
Kunci jawaban:
Pilihan ganda: 1. B   2. D   3. A   4. C   5. B
Isian: 6. Surabaya   7. mata (penglihatan)   8. patriotisme (nasionalisme)
Esai 9: Jawaban bervariasi, contoh: nama jalan dan monumen atau tugu di kota. Alasannya, benda-benda itu mengingatkan kita pada jasa pahlawan dan menjadi cara negara menghormatinya.
Esai 10: Jawaban bervariasi, contoh: (1) belajar giat, karena pahlawan berjuang agar kita dapat bersekolah; (2) menjaga persatuan dan tidak mengejek teman, karena pahlawan berjuang bersama dari berbagai daerah; (3) merawat fasilitas umum, karena itu peninggalan dan milik bersama. Skor penuh jika ada tiga contoh dan tiap contoh disertai alasan.

Kesimpulan

Pahlawan nasional adalah tokoh yang jasanya diakui negara dan dirasakan seluruh rakyat. Jejak mereka masih dapat kita lihat dan dengar di sekitar kita, misalnya monumen, nama jalan, dan hari besar nasional. Cara terbaik menghargai mereka adalah meneladani sifatnya, belajar sungguh-sungguh, dan menjaga persatuan bangsa.

Kesimpulan Pengajaran

  • Kendala pembelajaran: Sebagian siswa kurang fokus saat video diputar, sehingga sulit menyebutkan hal penting dari video.
  • Tindak lanjut: Berikan satu pertanyaan pemandu sebelum video diputar (misalnya "Siapa tokoh yang disebut dan apa jasanya?"), lalu putar ulang bagian penting dan minta siswa mencatat dua hal yang mereka lihat dan dengar.

Senin, 19 Oktober 2026

  IDENTITAS

๐ŸŒˆ SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

๐Ÿ“š Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ

NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

๐Ÿ“…

HARI / TANGGAL

Senin, 19 Oktober 2026

๐Ÿซ

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

๐Ÿ“–

MATA PELAJARAN

Matematika

✏️

MATERI

Rasio

๐Ÿ”ข

PERTEMUAN KE

Minggu ke 6

๐ŸŒŸ

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

๐ŸŒ
Al-Khaliq
Maha Pencipta
๐Ÿคฒ
Al-Malik
Maha Memelihara
๐ŸŒพ
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

๐Ÿ“š MATEMATIKA KELAS 6

Rasio Bagian terhadap Keseluruhan

Alokasi Waktu: 3 × 35 Menit

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran

Pada Fase C, murid diharapkan mampu menggunakan pemahaman bilangan, termasuk hubungan antarbesaran dan rasio, untuk menyelesaikan permasalahan matematika dalam berbagai konteks. Murid mampu bernalar, menggunakan representasi matematika, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Materi rasio bagian terhadap keseluruhan merupakan bagian dari pengembangan kemampuan murid dalam memahami hubungan antara dua besaran dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual.

Catatan kebijakan 2026: CP Matematika yang digunakan pada pembelajaran tahun 2026 tetap mengacu pada CP yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Pembaruan CP tahun 2026 hanya mengubah mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu memahami konsep rasio bagian terhadap keseluruhan dan menggunakannya untuk menentukan hubungan antara suatu bagian dengan jumlah keseluruhan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Rincian ketercapaian tujuan:

  1. Murid dapat menjelaskan arti rasio bagian terhadap keseluruhan.
  2. Murid dapat menentukan jumlah keseluruhan dari beberapa bagian.
  3. Murid dapat menentukan banyaknya satu bagian.
  4. Murid dapat menentukan nilai suatu bagian berdasarkan rasio.
  5. Murid dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan rasio bagian terhadap keseluruhan.
  6. Murid dapat menjelaskan langkah penyelesaian menggunakan bahasa matematika yang sederhana.

๐ŸŒฑ Penerapan Mindful, Meaningful, dan Joyful

๐Ÿง˜ Mindful

  • Murid mengingat kembali konsep rasio yang telah dipelajari.
  • Murid mengamati gambar benda dan memperhatikan hubungan antara bagian dan keseluruhan.
  • Murid membaca soal secara perlahan dan menentukan informasi yang diketahui serta yang ditanyakan.
  • Murid memeriksa kembali apakah hasil perhitungannya masuk akal.

๐Ÿ’ก Meaningful

  • Murid menghubungkan rasio dengan jumlah teman di kelas.
  • Murid menggunakan contoh makanan, alat tulis, buku, bola, atau benda lain yang dekat dengan kehidupan mereka.
  • Murid memahami bahwa rasio dapat membantu mengetahui bagian dari suatu keseluruhan.
  • Murid menyelesaikan masalah yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

๐ŸŽฎ Joyful

  • Murid menonton video pembelajaran.
  • Murid bermain kartu rasio bagian dan keseluruhan.
  • Murid bekerja dalam kelompok menggunakan benda konkret.
  • Murid mengikuti kuis singkat dan permainan menentukan rasio.

๐Ÿงญ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengingat konsep sebelumnya: murid mengerjakan 5 pernyataan benar atau salah mengenai pengenalan rasio.
  2. Mengamati: murid mengamati gambar atau benda yang menunjukkan bagian dan keseluruhan.
  3. Memahami konsep: murid mempelajari perbedaan rasio bagian terhadap bagian dengan rasio bagian terhadap keseluruhan.
  4. Menemukan hubungan: murid menentukan jumlah seluruh bagian dari suatu rasio.
  5. Menghitung: murid menentukan nilai satu bagian kemudian menentukan nilai bagian yang ditanyakan.
  6. Menerapkan: murid menyelesaikan soal cerita dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  7. Merefleksi: murid menjelaskan kembali langkah penyelesaian dengan bahasa sendiri.
  8. Menilai pemahaman: murid mengerjakan asesmen formatif.

๐Ÿ“– Materi: Rasio Bagian terhadap Keseluruhan

1. Apa Itu Rasio Bagian terhadap Keseluruhan?

Rasio bagian terhadap keseluruhan adalah perbandingan antara satu bagian atau beberapa bagian dengan seluruh jumlah bagian.

Ingat!
Jika kita membandingkan satu kelompok benda dengan seluruh benda, berarti kita sedang menggunakan rasio bagian terhadap keseluruhan.

2. Contoh Sederhana

Di dalam sebuah kotak terdapat 10 pensil. Sebanyak 4 pensil berwarna merah dan 6 pensil berwarna biru.

๐Ÿ”ด ๐Ÿ”ด ๐Ÿ”ด ๐Ÿ”ด ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต ๐Ÿ”ต

Jumlah pensil seluruhnya adalah:

4 + 6 = 10 pensil

Rasio pensil merah terhadap seluruh pensil adalah:

4 : 10

Rasio tersebut dapat disederhanakan menjadi:

4 : 10 = 2 : 5

Jadi, rasio pensil merah terhadap seluruh pensil adalah 2 : 5.

3. Bagian dan Keseluruhan

BagianBagianKeseluruhan
4 pensil merah6 pensil biru10 pensil

Keseluruhan diperoleh dengan menjumlahkan semua bagian.

Keseluruhan = Bagian 1 + Bagian 2 + Bagian lainnya

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1 – Buah di Meja

Ibu menyediakan 12 buah di atas meja. Terdapat 5 apel dan 7 jeruk. Berapakah rasio apel terhadap seluruh buah?

Langkah 1: Tentukan keseluruhan.
5 + 7 = 12 buah.
Langkah 2: Tentukan bagian yang dibandingkan.
Apel = 5 buah.
Langkah 3: Buat rasio bagian terhadap keseluruhan.
5 : 12

Jadi, rasio apel terhadap seluruh buah adalah 5 : 12.

Contoh 2 – Murid di Kelas

Dalam sebuah kelas terdapat 30 murid. Sebanyak 18 murid membawa bekal dari rumah. Tentukan rasio murid yang membawa bekal terhadap seluruh murid.

Bagian yang diketahui:
Murid membawa bekal = 18
Keseluruhan:
Seluruh murid = 30
Rasio:
18 : 30
Sederhanakan:
18 : 30 dibagi 6 = 3 : 5

Jadi, rasio murid yang membawa bekal terhadap seluruh murid adalah 3 : 5.

5. Contoh dengan Benda di Sekolah

Di perpustakaan kelas terdapat 24 buku. Sebanyak 8 buku merupakan buku cerita. Berapakah rasio buku cerita terhadap seluruh buku?

Diketahui:
Buku cerita = 8
Seluruh buku = 24
Rasio:
8 : 24
Sederhanakan:
8 : 24 = 1 : 3

Jadi, rasio buku cerita terhadap seluruh buku adalah 1 : 3.

6. Jika yang Diketahui adalah Rasio

Perbandingan bola merah dan bola biru adalah 2 : 3. Jika jumlah seluruh bola adalah 25, berapa banyak bola merah?

Langkah 1: Tentukan jumlah seluruh bagian.
2 + 3 = 5 bagian.
Langkah 2: Tentukan nilai satu bagian.
25 ÷ 5 = 5.
Langkah 3: Tentukan bagian yang ditanyakan.
Bola merah = 2 × 5 = 10.

Jadi, jumlah bola merah adalah 10 bola.

7. Cara Mudah Mengingat

Rasio Bagian : Keseluruhan

Jika diketahui beberapa bagian:

Keseluruhan = jumlah semua bagian

Jika diketahui rasio dan jumlah keseluruhan:

Nilai 1 bagian = Jumlah keseluruhan ÷ Jumlah seluruh bagian rasio

Kemudian:

Nilai bagian yang ditanyakan = Nilai 1 bagian × banyak bagian rasio
Tips Penting:
  1. Baca soal dengan teliti.
  2. Tentukan apa yang menjadi bagian.
  3. Tentukan jumlah keseluruhan.
  4. Susun rasio dengan urutan yang benar.
  5. Sederhanakan rasio jika diperlukan.
  6. Periksa kembali jawaban.

๐ŸŽฌ Video Pembelajaran

Sebelum mengerjakan latihan, murid dapat menyaksikan video berikut untuk memperkuat pemahaman mengenai rasio bagian terhadap keseluruhan.

▶️ Tonton Video Pembelajaran Rasio

Setelah menonton video, murid diminta mencatat satu hal baru yang mereka pahami dan satu hal yang masih ingin mereka tanyakan.

๐Ÿ“ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. (Mudah)
Di dalam sebuah kotak terdapat 20 kelereng. Sebanyak 8 kelereng berwarna merah. Rasio kelereng merah terhadap seluruh kelereng adalah ....

A. 2 : 5
B. 3 : 5
C. 2 : 3
D. 5 : 2
2. (Mudah)
Di kelas terdapat 24 murid. Sebanyak 9 murid membawa bekal. Rasio murid yang membawa bekal terhadap seluruh murid adalah ....

A. 3 : 8
B. 8 : 3
C. 9 : 15
D. 15 : 24
3. (Sedang)
Sebuah keranjang berisi 30 buah. Terdapat 12 apel dan sisanya adalah jeruk. Rasio apel terhadap seluruh buah dalam bentuk paling sederhana adalah ....

A. 2 : 5
B. 3 : 5
C. 5 : 2
D. 12 : 18
4. (Sedang)
Perbandingan buku cerita dan buku pelajaran di sebuah rak adalah 2 : 3. Jika seluruh buku berjumlah 40, jumlah buku cerita adalah ....

A. 12 buku
B. 14 buku
C. 16 buku
D. 18 buku
5. (Sukar)
Di sebuah kegiatan kelas terdapat 48 peserta. Perbandingan peserta yang membawa topi dan yang tidak membawa topi adalah 5 : 3. Banyak peserta yang membawa topi adalah ....

A. 24 peserta
B. 28 peserta
C. 30 peserta
D. 32 peserta

B. Isian

1. (Mudah)
Dalam sebuah kotak terdapat 18 pensil. Sebanyak 6 pensil berwarna biru. Rasio pensil biru terhadap seluruh pensil adalah ....
2. (Sedang)
Sebuah kelas memiliki 32 murid. Jika 20 murid mengikuti kegiatan olahraga, rasio murid yang mengikuti olahraga terhadap seluruh murid dalam bentuk paling sederhana adalah ....
3. (Sukar)
Perbandingan siswa yang memilih kegiatan menggambar dan membaca adalah 3 : 5. Jika jumlah seluruh siswa 40 orang, maka jumlah siswa yang memilih kegiatan menggambar adalah ....

C. Esai

1. (Sedang)
Di kantin sekolah terdapat 36 makanan. Sebanyak 15 makanan berupa roti dan sisanya berupa makanan lainnya. Tentukan rasio roti terhadap seluruh makanan dan sederhanakan rasio tersebut. Jelaskan langkah penyelesaianmu.
2. (Sukar)
Dalam kegiatan kerja kelompok, jumlah murid yang membawa pensil warna dan krayon memiliki perbandingan 3 : 2. Jika jumlah seluruh murid yang membawa alat mewarnai adalah 25 orang, tentukan jumlah murid yang membawa pensil warna dan jumlah murid yang membawa krayon. Jelaskan langkah penyelesaianmu.

๐Ÿ’ก Kesimpulan

Rasio bagian terhadap keseluruhan digunakan untuk membandingkan suatu bagian dengan seluruh jumlah. Untuk menyelesaikan masalah rasio, kita perlu mengetahui dengan jelas bagian yang dibandingkan dan keseluruhannya.

Jika rasio diketahui tetapi jumlah sebenarnya belum diketahui, kita dapat menjumlahkan seluruh bagian rasio, kemudian menentukan nilai satu bagian. Setelah itu, nilai satu bagian dikalikan dengan bagian yang ditanyakan.

Rasio tidak hanya digunakan dalam soal matematika, tetapi juga dapat ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, seperti jumlah murid, makanan, buku, alat tulis, buah, bola, dan berbagai benda lainnya.

Rasio membantu kita memahami hubungan antara bagian dan keseluruhan secara lebih teratur dan logis.

๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Murid masih tertukar antara rasio bagian terhadap bagian dan rasio bagian terhadap keseluruhan.
  • Murid belum memahami bahwa keseluruhan diperoleh dari jumlah seluruh bagian.
  • Murid keliru menentukan urutan rasio.
  • Murid mengalami kesulitan ketika soal disajikan dalam bentuk cerita.
  • Murid masih melakukan kesalahan dalam menyederhanakan rasio.

Tindak Lanjut

  • Menggunakan benda konkret seperti pensil, kelereng, kartu, atau gambar.
  • Mengulang konsep bagian dan keseluruhan dengan contoh yang lebih sederhana.
  • Menggunakan diagram atau gambar untuk membantu murid memahami soal.
  • Memberikan latihan bertahap dari soal sederhana menuju soal cerita.
  • Melakukan pendampingan individual atau kelompok kecil bagi murid yang masih mengalami kesulitan.
  • Memberikan soal pengayaan kepada murid yang sudah memahami konsep.

Siswa yang Paham dan Belum Paham

Siswa yang sudah paham:

............................................................................................

............................................................................................

Siswa yang belum paham:

............................................................................................

............................................................................................

Belajar • Memahami • Menerapkan • Merefleksikan 

Kamis, 22 Oktober 2026

  JURNAL PEMBELAJARAN HARIAN Kurikulum Merdeka · Fase C / Kelas VI ๐Ÿ‘ฉ‍๐ŸซNama Guru : Rizha Listiyani, S.Pd. ๐Ÿ—“️Hari / Tanggal :  Kamis, 22 Ok...