Senin, 31 Agustus 2026

Senin, 31 Agustus 2026

 

PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI

Belajar dengan Penuh Kesadaran 💡 • Bermakna ❤️ • Menyenangkan 🎉

🪪 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 Nama Guru: Rizha Listiyanj, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal: Senin/ 31 Agustus 2026
🎓 Fase / Kelas: Fase C / Kelas VI
📖 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
📚 Materi: Teks Sastra

🔢 Pertemuan Ke: 1

🌟 APERSEPSI AWAL: MENGINGAT KEBESARAN ALLAH SWT.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Apa kabar anak-anak shalih dan shalihah? 😊 Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk belajar. Jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT. atas kesempatan yang diberikan kepada kita.

Hari ini kita kembali mengingat tiga kebesaran Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir, berbahasa, berimajinasi, dan memahami cerita. Karena itulah kita dapat menikmati berbagai cerita yang penuh pesan dan pelajaran.

Allah juga Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara. Allah mengajarkan manusia untuk menjaga kehidupan agar tetap baik, damai, dan teratur. Salah satu cara menjaganya adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Allah adalah Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Memberi Rezeki. Rezeki bukan hanya berupa makanan atau harta. Ilmu, teman yang baik, keluarga, kesempatan belajar, dan kemampuan memahami sesuatu juga merupakan nikmat dari Allah.

💭 Pertanyaan Pemantik:
Jika Allah memberi manusia kemampuan untuk berpikir dan memilih, bagaimana seharusnya kita menggunakan kemampuan tersebut agar membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain?
🦋 Hubungkan dengan pelajaran hari ini:
Melalui teks sastra, kita belajar memahami perasaan dan pesan kehidupan. Melalui nilai Pancasila, kita belajar memilih tindakan yang baik. Jadi, hari ini kita tidak hanya belajar memahami cerita, tetapi juga belajar menjadi manusia yang mampu mengambil nilai baik dari setiap peristiwa.

📖 MATA PELAJARAN 1 — BAHASA INDONESIA

🦋 TEKS SASTRA: “KUPU-KUPU MIRA”

🎯 Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase C, murid mampu menganalisis informasi dan isi teks sastra yang disimak atau dipirsa, memahami makna tersurat maupun tersirat, serta mengapresiasi teks sastra dengan memberikan tanggapan berdasarkan isi cerita.

🏆 Tujuan Pembelajaran

  • Murid mampu menyimak teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira” dengan penuh perhatian.
  • Murid mampu menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi dalam cerita.
  • Murid mampu menentukan tokoh, peristiwa, dan pesan yang terdapat dalam teks.
  • Murid mampu menghubungkan isi cerita dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.
  • Murid mampu menyampaikan pendapat secara santun dan percaya diri.

🛤️ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengamati gambar dan memprediksi isi cerita.
  2. Murid menyimak cerita yang dibacakan atau ditayangkan.
  3. Murid menemukan informasi penting dalam cerita.
  4. Murid menjawab pertanyaan inferensial menggunakan bukti dari cerita.
  5. Murid menentukan pesan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  6. Murid menyampaikan hasil pemahamannya kepada teman.

📚 Materi

  • Pengertian teks sastra.
  • Unsur sederhana dalam cerita: tokoh, peristiwa, masalah, dan pesan.
  • Informasi tersurat dan tersirat.
  • Pertanyaan inferensial.
  • Menghubungkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari.

⏰ Alokasi Waktu

2 × 35 menit

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning.
Metode: menyimak, tanya jawab, diskusi, Think-Pair-Share, membaca terpandu, dan presentasi.

🖥️ Media dan Alat Peraga

  • Buku SIBI Revisi 2025.
  • Teks sastra bergambar “Kupu-Kupu Mira”.
  • Video pembelajaran.
  • LCD / proyektor / televisi kelas.
  • Flash card tokoh dan peristiwa.
  • LKPD.
  • Kertas kecil atau sticky notes.
  • Papan tulis dan spidol.

🔄 REVIEW MATERI SEBELUMNYA

Pilih BENAR atau SALAH! ✍️

1. Teks sastra dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, pengalaman, imajinasi, dan pesan.
Jawaban: Benar / Salah
2. Tokoh adalah tempat terjadinya suatu peristiwa dalam cerita.
Jawaban: Benar / Salah
3. Pesan dalam cerita dapat menjadi pelajaran bagi pembaca.
Jawaban: Benar / Salah
4. Kita boleh menyimpulkan isi cerita tanpa membaca atau menyimak cerita terlebih dahulu.
Jawaban: Benar / Salah
5. Gambar dalam teks sastra dapat membantu pembaca memahami cerita.
Jawaban: Benar / Salah
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   |   2. Salah   |   3. Benar   |   4. Salah   |   5. Benar

🎬 VIDEO DAN PENJELASAN MATERI

Sebelum mempelajari cerita, mari kita memahami terlebih dahulu bagaimana cara menemukan unsur penting dan pesan dalam sebuah teks sastra.

💡 Jika video tidak langsung tampil pada perangkat, gunakan pencarian YouTube: “Teks Sastra Kelas 6 SD”.

📌 Apa Itu Teks Sastra?

Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, perasaan, atau imajinasi. Contohnya adalah cerita pendek, dongeng, puisi, dan drama.

Saat membaca cerita, kita tidak hanya mencari apa yang terjadi. Kita juga dapat berpikir lebih dalam: Mengapa tokoh melakukan sesuatu? Apa yang mungkin dirasakan tokoh? Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

🔎 Apa Itu Pertanyaan Inferensial?

Pertanyaan inferensial adalah pertanyaan yang jawabannya tidak selalu tertulis secara langsung. Kita perlu menggabungkan petunjuk dalam cerita dengan kemampuan berpikir kita.

Contoh:
Dalam cerita tertulis: “Mira menundukkan kepala dan berjalan pelan setelah temannya pergi.”

Pertanyaan: Bagaimana kemungkinan perasaan Mira?
Jawaban: Mira mungkin merasa sedih atau kecewa. Jawaban tersebut diperoleh dari petunjuk tindakan Mira.

🏠 Hubungan dengan Kehidupan Sehari-hari

Ketika seorang teman terlihat diam dan tidak seperti biasanya, kita dapat belajar memperhatikan tanda-tanda dan bertanya dengan baik, “Apakah kamu baik-baik saja?” Kemampuan memahami perasaan orang lain seperti ini juga dapat dilatih melalui teks sastra.

🌈 AKTIVITAS MINDFUL – MEANINGFUL – JOYFUL

🧘 MINDFUL — “Aku Menyimak dengan Fokus”
Murid duduk tenang selama satu menit, memperhatikan gambar kupu-kupu dan menceritakan hal yang pertama kali mereka pikirkan. Setelah itu, murid menyimak cerita tanpa mengobrol.
💡 MEANINGFUL — “Pesan untuk Kehidupanku”
Setelah membaca cerita, murid menuliskan satu pesan yang paling bermakna dan menuliskan satu contoh penerapannya di rumah atau sekolah.
🎉 JOYFUL — “Detektif Cerita”
Murid bekerja dalam kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan kartu berisi petunjuk cerita dan harus menemukan tokoh, peristiwa, perasaan tokoh, serta pesan cerita. Kelompok tercepat mendapat gelar Detektif Sastra Hebat! 🕵️

📝 ASESMEN FORMATIF — BAHASA INDONESIA

🟢 A. Pilihan Ganda

1. Pertanyaan inferensial membutuhkan kemampuan untuk …
A. menyalin seluruh cerita
B. menggabungkan petunjuk dan membuat kesimpulan
C. menghafal semua kata
D. membaca judul saja
2. Perhatikan kalimat berikut!
“Doni tersenyum lebar ketika namanya dipanggil sebagai pemenang.”
Perasaan Doni kemungkinan adalah …
A. takut
B. marah
C. senang
D. kecewa
3. Pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita disebut …
A. amanat
B. latar
C. tokoh
D. judul
4. Jika jawaban sebuah pertanyaan tidak tertulis langsung dalam cerita, cara terbaik adalah …
A. tidak menjawab
B. menebak tanpa alasan
C. melihat judul saja
D. menggunakan petunjuk cerita untuk menyimpulkan
5. Seorang tokoh selalu membantu temannya walaupun sedang sibuk. Amanat yang paling sesuai adalah …
A. kita harus selalu bermain
B. kita perlu peduli dan suka menolong
C. kita tidak boleh mempunyai teman
D. kita harus menghindari semua pekerjaan

🟡 B. Isian

6. Tokoh dalam cerita adalah ______________________________.
7. Informasi yang harus disimpulkan dari petunjuk cerita disebut informasi ______________________________.
8. Pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita disebut ______________________________.

🔴 C. Esai

9. Mengapa kita perlu memperhatikan tindakan dan perasaan tokoh ketika menjawab pertanyaan tentang isi cerita?
10. Tuliskan sebuah contoh peristiwa sederhana di sekolah. Kemudian buatlah satu pertanyaan inferensial beserta jawabannya!

🔑 KUNCI JAWABAN BAHASA INDONESIA

Pilihan Ganda:
1. B   |   2. C   |   3. A   |   4. D   |   5. B

Isian:
6. Pelaku dalam cerita
7. Tersirat
8. Amanat / pesan

Esai:
9. Karena tindakan dan perkataan tokoh dapat menjadi petunjuk untuk memahami perasaan, alasan, dan makna tersirat dalam cerita.

10. Jawaban bervariasi. Penilaian memperhatikan kesesuaian antara peristiwa, pertanyaan inferensial, dan jawaban.

✨ KESIMPULAN BAHASA INDONESIA

Teks sastra tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajak kita berpikir, merasakan, dan mengambil pelajaran. Dengan memahami tokoh, peristiwa, informasi tersurat dan tersirat, kita dapat menjawab pertanyaan inferensial dengan lebih baik. 📖🦋

💖 REFLEKSI EMOSIKU

Bagaimana perasaanmu setelah belajar Bahasa Indonesia hari ini?

🤩Sangat Senang
😊Senang
🙂Cukup Paham
🤔Masih Bingung
😟Butuh Bantuan

👩‍🏫 REFLEKSI PEMBELAJARAN GURU — BAHASA INDONESIA

⚠️ Kendala Pembelajaran

  • Beberapa murid masih kesulitan membedakan informasi tersurat dan tersirat.
  • Beberapa murid belum berani menyampaikan pendapat.
  • Konsentrasi murid saat menyimak cerita belum merata.

➡️ Tindak Lanjut

  • Memberikan contoh cerita yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan murid.
  • Menggunakan gambar sebagai petunjuk untuk membantu pemahaman.
  • Memberikan kesempatan diskusi berpasangan sebelum presentasi.

📊 Siswa yang Paham dan Belum Paham

Siswa yang sudah paham: ............................................................

Siswa yang belum paham: ...........................................................

Senin, 31 Agustus 2026

 IDENTITAS

🌈 SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


👩‍🏫

NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

📅

HARI / TANGGAL

Senin, 31 Agustus 2026

🏫

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

📖

MATA PELAJARAN

Matematika

✏️

MATERI

Rasio

🔢

PERTEMUAN KE

Minggu ke 6

🌟

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

🌍
Al-Khaliq
Maha Pencipta
🤲
Al-Malik
Maha Memelihara
🌾
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

📚 MATEMATIKA KELAS 6

Materi: Rasio
Fase C • Kurikulum Merdeka • Alokasi Waktu 3 × 35 Menit
🎯 Topik Pembelajaran: Rasio atau perbandingan dua besaran

Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase C, murid memperluas pemahaman dan intuisi bilangan serta operasi aritmetika. Murid dapat bernalar secara proporsional dan menggunakan operasi perkalian dan pembagian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio dan/atau proporsi.

Pembelajaran rasio pada materi ini diarahkan agar murid tidak hanya mampu menghitung perbandingan, tetapi juga mampu memahami makna hubungan antara dua besaran, menggunakan bahasa rasio, serta menerapkannya dalam situasi kehidupan sehari-hari.Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat:

  1. Menjelaskan pengertian rasio sebagai hubungan perbandingan antara dua besaran.
  2. Menuliskan rasio menggunakan bentuk a : b.
  3. Membaca rasio dengan bahasa yang tepat, misalnya "3 dibanding 5".
  4. Mengidentifikasi besaran pertama dan besaran kedua dalam suatu perbandingan.
  5. Menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan antara dua besaran.
  6. Menyelesaikan masalah rasio sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

🌱 Pelaksanaan Tujuan Pembelajaran dalam Kegiatan Belajar

Jenis PembelajaranKegiatanTujuan yang Dikembangkan
MindfulMurid mengamati benda-benda di sekitar kelas, kemudian berhenti sejenak dan memperhatikan jumlah benda yang dibandingkan. Guru mengajak murid berpikir: "Mana yang dibandingkan? Berapa jumlah masing-masing?"Murid menyadari bahwa rasio digunakan untuk membandingkan dua besaran.
MeaningfulMurid menghubungkan rasio dengan situasi nyata, seperti jumlah murid laki-laki dan perempuan, jumlah buku dan pensil, campuran minuman, serta jumlah buah.Murid memahami bahwa rasio berguna dalam kehidupan sehari-hari.
JoyfulMurid menonton video pembelajaran, bermain kartu rasio, melakukan permainan "Temukan Pasangan Rasio", dan menyelesaikan tantangan rasio secara berkelompok.Murid belajar konsep rasio dengan suasana menyenangkan dan aktif.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati: Murid mengamati dua kelompok benda dengan jumlah berbeda.
  2. Menanya: Murid menjawab pertanyaan: "Apa yang dapat kita bandingkan dari kedua kelompok benda tersebut?"
  3. Memahami konsep: Guru menjelaskan bahwa hubungan perbandingan antara dua besaran dapat dinyatakan dengan rasio.
  4. Menyatakan rasio: Murid belajar menulis rasio dalam bentuk a : b dan membacanya dengan benar.
  5. Mengeksplorasi: Murid menentukan rasio dari berbagai benda atau situasi sehari-hari.
  6. Mengaplikasikan: Murid menyelesaikan masalah sederhana tentang rasio.
  7. Merefleksi: Murid menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa arti rasio dan kapan rasio digunakan.
  8. Mengevaluasi: Murid mengerjakan asesmen formatif.

Materi: Rasio

Kegiatan Pembelajaran 3 × 35 Menit

WaktuKegiatanPrinsip
10 menitPembukaan dan review.
Guru mengajak murid mengingat kembali materi pecahan melalui permainan Benar atau Salah.
Mindful & Joyful
10 menitOrientasi.
Guru menampilkan benda atau gambar yang dapat dibandingkan, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik.
Mindful
10 menitMenonton video pembelajaran.
Murid menyimak video tentang konsep rasio dan mencatat satu hal penting yang mereka pahami.
Joyful
25 menitEksplorasi dan penjelasan.
Guru menjelaskan pengertian rasio, bentuk rasio, cara membaca, menyederhanakan, dan menggunakan bahasa rasio.
Meaningful
15 menitAktivitas kelompok.
Murid menentukan rasio dari benda atau gambar yang disediakan dan menjelaskan hasilnya kepada kelompok lain.
Joyful & Meaningful
15 menitLatihan penerapan.
Murid menyelesaikan masalah rasio yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Meaningful
10 menitRefleksi.
Murid menjawab: "Apa itu rasio?", "Mengapa urutan rasio penting?", dan "Di mana kita dapat menemukan rasio?"
Mindful
10 menitAsesmen formatif.
Murid mengerjakan soal pilihan ganda, isian, dan esai.
Mindful

Media dan Alat Peraga

  • 💻 Laptop atau komputer
  • 📽️ LCD/proyektor
  • 📱 Gawai jika pembelajaran dilakukan secara digital
  • 🎬 Video pembelajaran
  • 🖼️ Gambar buah, makanan, benda, atau kelompok murid
  • 🃏 Kartu angka rasio
  • 🧮 Benda konkret seperti pensil, penghapus, buku, kelereng, dan stik es krim
  • 📋 LKPD
  • 📝 Papan tulis dan spidol
  • 📊 Tabel rasio
  • 🎨 Kertas warna untuk aktivitas kelompok

7. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum mempelajari rasio, mari mengingat kembali materi pecahan. Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S).

1. Pecahan 1/2 senilai dengan 2/4.
2. Pecahan 3/4 lebih kecil daripada 1/2.
3. 2/5 × 3 = 6/5.
4. 0,75 sama nilainya dengan 3/4.
5. Pecahan 2/3 dan 4/6 merupakan pecahan senilai.

Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

🎬 Video Pembelajaran

Sebelum membaca penjelasan, simak video berikut tentang Konsep Rasio atau Perbandingan Kelas 6.

💭 Pertanyaan Setelah Menonton

  1. Apa yang dimaksud dengan rasio?
  2. Bagaimana cara menuliskan rasio?
  3. Mengapa urutan dalam rasio harus diperhatikan?
  4. Sebutkan satu contoh rasio dalam kehidupan sehari-hari.

🔎 Apa Itu Rasio?

Rasio adalah cara untuk menyatakan hubungan perbandingan antara dua besaran yang sejenis.

Rasio dapat ditulis menggunakan tanda titik dua :.

3 : 5
4 : 7
2 : 3

Contoh rasio 3 : 5 dibaca:

  • "3 dibanding 5"
  • "3 untuk setiap 5"
  • "Perbandingannya 3 : 5"

🧠 Memahami Bagian-Bagian Rasio

Perhatikan rasio berikut:

4 : 7

4 adalah besaran pertama, sedangkan 7 adalah besaran kedua.

Urutan sangat penting. Rasio 4 : 7 berbeda dengan 7 : 4.

🍎 Contoh 1: Buah di Meja

Di atas meja terdapat 4 apel dan 6 jeruk.

🍎 🍎 🍎 🍎
🍊 🍊 🍊 🍊 🍊 🍊

Rasio apel terhadap jeruk adalah:

4 : 6

Artinya, setiap 4 apel terdapat 6 jeruk. Rasio tersebut juga dapat disederhanakan menjadi:

4 : 6 = 2 : 3

Jadi, hubungan apel terhadap jeruk dapat dinyatakan sebagai 2 : 3.

👧👦 Contoh 2: Murid di Kelas

Dalam sebuah kelompok terdapat 8 murid perempuan dan 4 murid laki-laki.

Rasio murid perempuan terhadap murid laki-laki:

8 : 4 = 2 : 1

Artinya, setiap 2 murid perempuan terdapat 1 murid laki-laki.

🥤 Contoh 3: Membuat Minuman

Untuk membuat minuman tertentu, ibu mencampurkan 2 gelas sirup dengan 5 gelas air.

Rasio sirup terhadap air adalah:

2 : 5

Artinya, untuk setiap 2 gelas sirup diperlukan 5 gelas air.

⚽ Contoh 4: Jumlah Gol

Dalam sebuah pertandingan, Tim A mencetak 6 gol, sedangkan Tim B mencetak 3 gol.

Rasio gol Tim A terhadap Tim B:

6 : 3 = 2 : 1

Jadi, jumlah gol Tim A dibanding Tim B adalah 2 : 1.

📌 Cara Menentukan Rasio

  1. Tentukan dua besaran yang akan dibandingkan.
  2. Perhatikan urutan besaran yang dibandingkan.
  3. Hitung jumlah masing-masing besaran.
  4. Tuliskan menggunakan tanda :.
  5. Sederhanakan rasio jika memungkinkan.
  6. Jelaskan hasilnya menggunakan bahasa rasio.
💡 Ingat!
Rasio bukan sekadar dua angka yang dipisahkan tanda titik dua. Rasio menunjukkan hubungan antara dua besaran. Karena itu, urutan angka dalam rasio harus diperhatikan.

Penutup: Asesmen Formatif

📝 A. Pilihan Ganda

1. (Mudah)
Di dalam kotak terdapat 3 pensil merah dan 5 pensil biru. Rasio pensil merah terhadap pensil biru adalah ....

A. 3 : 5
B. 5 : 3
C. 3 : 8
D. 5 : 8
2. (Mudah)
Rasio 8 : 4 jika disederhanakan menjadi ....

A. 8 : 2
B. 4 : 2
C. 2 : 1
D. 1 : 2
3. (Sedang)
Di kelas terdapat 12 murid perempuan dan 18 murid laki-laki. Rasio murid perempuan terhadap seluruh murid adalah ....

A. 2 : 3
B. 2 : 5
C. 3 : 5
D. 5 : 2
4. (Sedang)
Perbandingan jumlah buku Ani dan Budi adalah 3 : 2. Jika Ani memiliki 15 buku, jumlah buku Budi adalah ....

A. 6 buku
B. 8 buku
C. 10 buku
D. 12 buku
5. (Sukar)
Sebuah resep membutuhkan sirup dan air dengan rasio 2 : 5. Jika digunakan 10 gelas air, banyak sirup yang diperlukan agar rasionya tetap sama adalah ....

A. 2 gelas
B. 4 gelas
C. 5 gelas
D. 8 gelas

✏️ B. Isian

1. Rasio 6 : 9 jika disederhanakan menjadi ....
2. Di dalam keranjang terdapat 4 apel dan 8 jeruk. Rasio apel terhadap jeruk adalah ....
3. Rasio siswa laki-laki terhadap perempuan adalah 2 : 3. Jika terdapat 12 siswa laki-laki, jumlah siswa perempuan adalah ....

🧠 C. Esai

1. (Sedang)
Dalam sebuah kelas terdapat 14 murid yang membawa bekal dan 21 murid yang tidak membawa bekal. Tentukan rasio murid yang membawa bekal terhadap murid yang tidak membawa bekal. Jelaskan langkah penyelesaiannya.
2. (Sukar)
Untuk membuat campuran cat, warna putih dan biru dicampur dengan rasio 4 : 1. Jika seorang murid menggunakan 20 ml cat putih, berapa ml cat biru yang diperlukan agar campuran tetap memiliki rasio yang sama? Jelaskan dengan bahasa rasio.

Kunci Jawaban

Review Pecahan

  1. Benar
  2. Salah
  3. Benar
  4. Benar
  5. Benar

Pilihan Ganda

  1. A — 3 : 5
  2. C — 2 : 1
  3. B — 2 : 5
  4. C — 10 buku
  5. B — 4 gelas

Isian

  1. 2 : 3
  2. 1 : 2
  3. 18 siswa perempuan

Esai

1. Rasio 14 : 21. Keduanya dibagi 7: 14 ÷ 7 = 2 dan 21 ÷ 7 = 3. Jadi, rasio murid yang membawa bekal terhadap yang tidak membawa bekal adalah 2 : 3.

2. Rasio cat putih dan biru adalah 4 : 1. Jika cat putih menjadi 20 ml, berarti 4 bagian menjadi 20 ml.
20 ÷ 4 = 5 ml per bagian.
Cat biru terdiri atas 1 bagian, sehingga diperlukan 5 ml cat biru.
Jadi, campuran 20 ml cat putih membutuhkan 5 ml cat biru.

Kesimpulan

Rasio adalah cara menyatakan hubungan perbandingan antara dua besaran. Rasio ditulis menggunakan tanda :, misalnya 2 : 3. Dalam menentukan rasio, kita harus memperhatikan dua besaran yang dibandingkan dan urutannya.

Rasio dapat digunakan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah murid, buah, buku, uang, bahan makanan, campuran minuman, maupun berbagai benda lainnya.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa rasio tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi menunjukkan hubungan antara dua besaran.

Kesimpulan Pengajaran

⚠️ Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih menganggap rasio hanya sebagai operasi pembagian.
  • Murid dapat keliru menentukan urutan besaran dalam rasio.
  • Murid mengalami kesulitan membedakan rasio bagian terhadap bagian dan bagian terhadap keseluruhan.
  • Kemampuan berhitung murid yang beragam dapat menyebabkan kecepatan belajar berbeda.
  • Koneksi internet atau perangkat dapat mengalami kendala saat menonton video.

🔄 Tindak Lanjut

  • Gunakan benda konkret sebelum menggunakan simbol matematika.
  • Berikan contoh rasio yang dekat dengan kehidupan murid.
  • Gunakan tabel atau gambar untuk membantu murid melihat hubungan dua besaran.
  • Berikan latihan bertahap dari konkret → gambar → simbol → soal cerita.
  • Murid yang belum memahami konsep diberikan bimbingan dan latihan sederhana secara bertahap.
  • Murid yang sudah memahami konsep diberikan soal tantangan dengan situasi rasio yang lebih kompleks.

👥 Murid yang Paham

........................................................................................................

👥 Murid yang Belum Paham

........................................................................................................

Jumat, 28 Agustus 2026

Jumat, 28 Agustus 2026

   IDENTITAS

🌈 SELAMAT DATANG

Pembelajaran Hari Ini

📚 Kelas 6  •  Kurikulum Merdeka


👩‍🏫

NAMA GURU

Rizha Listiyani, S.Pd.

📅

HARI / TANGGAL

Jumat, 28 Agustus 2026

🏫

FASE / KELAS

Fase C / Kelas 6

📖

MATA PELAJARAN

IPAS 

✏️

MATERI

Sistem Pernapasan 

🔢

PERTEMUAN KE

Minggu ke 5

🌟

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:

🌍
Al-Khaliq
Maha Pencipta
🤲
Al-Malik
Maha Memelihara
🌾
Ar-Razzaq
Maha Pemberi Rezeki

Sistem Pernapasan Manusia

Mata Pelajaran IPAS • Kelas 6 • Fase C

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik memahami bagaimana tubuh manusia bekerja sebagai satu sistem yang saling berhubungan. Peserta didik mampu mengidentifikasi organ-organ tubuh manusia beserta fungsinya, menjelaskan proses yang terjadi di dalamnya, serta mengaitkan pemahaman tersebut dengan cara menjaga kesehatan diri dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga mulai terbiasa melakukan pengamatan sederhana, mengajukan pertanyaan, dan mengomunikasikan hasil pemikirannya secara lisan maupun tulisan.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengidentifikasi organ-organ pernapasan dan menjelaskan proses yang terjadi dalam sistem pernapasan manusia.

KegiatanRincian PelaksanaanKategori
Kuis lisan reviewMengulang materi sistem pencernaan melalui kuis benar/salah secara interaktif sebelum masuk ke materi baru.Mindful
Menonton video pembelajaranMurid menyimak video animasi tentang perjalanan udara dalam sistem pernapasan sebagai pembuka materi.Joyful
Penjelasan & diskusi terpanduGuru menjelaskan organ dan fungsi pernapasan dengan bantuan gambar, dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari murid (napas saat berlari, tersedak, hidung tersumbat, dll).Meaningful
Praktik sederhana meraba dada saat bernapasMurid meletakkan tangan di dada dan merasakan naik-turunnya saat bernapas untuk mengaitkan konsep dengan tubuhnya sendiri.Mindful Joyful
Tanya jawab reflektifMurid diajak menghubungkan materi dengan kebiasaan menjaga kesehatan pernapasan, misalnya bahaya asap rokok atau polusi.Meaningful
Asesmen formatifMengerjakan soal pilihan ganda, isian, dan esai untuk mengukur pemahaman.Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengingat kembali materi sistem pencernaan melalui kuis singkat.
  2. Murid mengamati video tentang sistem pernapasan manusia.
  3. Murid mengidentifikasi nama-nama organ pernapasan secara berurutan (hidung, tenggorokan, bronkus, paru-paru).
  4. Murid menjelaskan fungsi masing-masing organ dan proses pertukaran oksigen-karbon dioksida.
  5. Murid mengaitkan proses pernapasan dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Murid mengerjakan soal asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.
MateriSistem Pernapasan Manusia
Alokasi Waktu3 x 35 menit
Model PembelajaranDiscovery Learning
Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, pengamatan video, demonstrasi sederhana
Media & Alat PeragaVideo pembelajaran (YouTube), gambar/diagram organ pernapasan, torso/alat peraga sistem pernapasan (jika tersedia), papan tulis, proyektor/LCD, lembar kerja siswa (LKS), balon (untuk simulasi kerja paru-paru jika waktu memungkinkan).

🔄 Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali materi Sistem Pencernaan Manusia! Jawab Benar (B) atau Salah (S) pada pertanyaan berikut ini.

1. Proses pencernaan makanan dimulai sejak makanan berada di dalam mulut. ( B / S )
2. Enzim ptialin dalam air liur berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak. ( B / S )
3. Usus halus adalah organ utama tempat penyerapan sari-sari makanan. ( B / S )
4. Cairan empedu dihasilkan oleh lambung. ( B / S )
5. Usus besar berfungsi menyerap air dan mengubah sisa makanan menjadi feses. ( B / S )
Kunci Jawaban Review:
1. Benar  |  2. Salah (ptialin mengubah karbohidrat/zat tepung)  |  3. Benar  |  4. Salah (dihasilkan oleh hati)  |  5. Benar

🫁 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebelum belajar lebih jauh, yuk simak video berikut tentang bagaimana cara manusia bernapas!

Video: "Sistem Pernapasan Manusia" - Gimana Sih Cara Manusia Bernapas? (SayaBisa)

Mengenal Organ-Organ Pernapasan

Coba kalian tarik napas dalam-dalam sekarang... Rasakan udara masuk melalui hidung, lalu turun ke dada. Nah, perjalanan udara itu melewati beberapa organ berikut ini.

HidungTenggorokan (trakea)BronkusParu-ParuParu-ParuDiagram sederhana sistem pernapasan manusia

HidungTenggorokan (trakea)BronkusParu-ParuParu-ParuDiagram sederhana sistem pernapasan manusia

Gambar 1. Diagram sederhana organ-organ pernapasan manusia

OrganFungsiContoh dalam Kehidupan Sehari-hari
HidungTempat masuknya udara pertama kali. Di dalam hidung ada rambut halus dan lendir yang menyaring debu dan kuman, serta menghangatkan udara.Saat berada di jalan berdebu, hidung menyaring debu sehingga tidak langsung masuk ke paru-paru. Itu sebabnya kadang kita bersin!
Tenggorokan (Trakea)Saluran yang menghubungkan hidung dengan paru-paru, dilapisi bulu getar yang membantu mendorong kotoran keluar.Saat tersedak air atau makanan, tubuh langsung batuk karena trakea "menolak" benda selain udara.
BronkusCabang dari trakea yang menyalurkan udara ke paru-paru kanan dan kiri.Bronkus seperti cabang jalan yang membagi udara ke dua paru-paru, mirip cabang ranting pohon.
Paru-Paru (Alveolus)Tempat terjadinya pertukaran gas: oksigen (O2) diserap ke darah, dan karbon dioksida (CO2) dikeluarkan dari tubuh.Saat kita berlari, napas menjadi lebih cepat karena tubuh butuh lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi.

Bagaimana Proses Bernapas Terjadi?

1. Menarik napas (inspirasi): Udara masuk melalui hidung → tenggorokan → bronkus → paru-paru. Di dalam paru-paru, oksigen diserap oleh darah.

2. Mengembuskan napas (ekspirasi): Karbon dioksida dari darah dikeluarkan melalui paru-paru → bronkus → tenggorokan → hidung.

Proses ini terjadi terus-menerus, bahkan saat kita tidur! Rata-rata, seorang anak bernapas sekitar 18-20 kali per menit saat istirahat, dan lebih cepat lagi saat berolahraga.

Kenapa Kita Perlu Menjaga Sistem Pernapasan?

Udara yang kita hirup harus bersih. Menghindari asap rokok, asap kendaraan, dan debu berlebih dapat menjaga paru-paru tetap sehat. Olahraga teratur juga membantu paru-paru bekerja lebih kuat, sehingga kita tidak mudah kehabisan napas saat bermain atau berolahraga.


📝 Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Organ pertama yang dilalui udara saat kita bernapas adalah ....
A. Paru-paru   B. Hidung   C. Bronkus   D. Tenggorokan
2. Fungsi rambut halus dan lendir di dalam hidung adalah ....
A. Menghangatkan makanan   B. Menghasilkan suara   C. Menyaring debu dan kuman   D. Menyimpan udara
3. Gas yang diserap oleh darah di dalam paru-paru adalah ....
A. Karbon dioksida   B. Nitrogen   C. Uap air   D. Oksigen
4. Saluran yang membagi udara menuju paru-paru kanan dan kiri disebut ....
A. Bronkus   B. Trakea   C. Alveolus   D. Rongga hidung
5. Berikut ini yang bukan merupakan cara menjaga kesehatan sistem pernapasan adalah ....
A. Berolahraga teratur   B. Menghindari asap rokok   C. Bermain di tempat berdebu tanpa masker   D. Menjaga udara di rumah tetap bersih

B. Isian Singkat

6. Proses menarik napas disebut juga dengan istilah ....
7. Tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru disebut ....
8. Rata-rata anak-anak bernapas sekitar .... kali per menit saat sedang beristirahat.

C. Esai

9. Jelaskan urutan perjalanan udara mulai dari hidung hingga sampai ke paru-paru!
10. Mengapa saat kita berlari, napas kita menjadi lebih cepat dibandingkan saat duduk diam? Jelaskan menurut pemahamanmu!
Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. C   3. D   4. A   5. C

Isian Singkat:
6. Inspirasi
7. Alveolus
8. 18-20 kali per menit

Esai (kunci alternatif jawaban):
9. Udara masuk melalui hidung → melewati tenggorokan (trakea) → menuju bronkus → kemudian sampai ke paru-paru, tempat oksigen diserap oleh darah.
10. Karena saat berlari, tubuh membutuhkan lebih banyak energi, sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan itu, tubuh mempercepat proses pernapasan agar oksigen yang masuk ke tubuh lebih banyak.

✅ Kesimpulan Pembelajaran

Melalui pembelajaran hari ini, murid diajak mengenal organ-organ pernapasan manusia (hidung, tenggorokan, bronkus, dan paru-paru) beserta fungsinya, memahami proses menarik dan mengembuskan napas, serta mengaitkan materi dengan pengalaman nyata sehari-hari seperti berlari, tersedak, atau menghirup udara berdebu. Dengan begitu, murid tidak hanya menghafal istilah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan dalam kehidupan sehari-hari.

🔍 Refleksi Pengajaran

Kendala Pembelajaran (yang mungkin terjadi):
  • Keterbatasan alat peraga fisik (torso/model organ) di sekolah.
  • Koneksi internet yang kurang stabil saat menampilkan video pembelajaran.
  • Sebagian murid masih tertukar antara istilah organ pencernaan dan pernapasan karena materinya berdekatan.
Tindak Lanjut:
  • Menyiapkan video pembelajaran dalam bentuk unduhan (offline) sebagai cadangan jika internet bermasalah.
  • Menggunakan gambar cetak atau poster sebagai pengganti alat peraga fisik.
  • Memberikan latihan tambahan berupa permainan tebak-organ untuk memperkuat pemahaman murid yang masih tertukar.

Siswa yang sudah paham

.seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Terdapat 27 peserta didik dapat menyelesaikan post test dengan nilai yang baik


Senin, 31 Agustus 2026

  PEMBELAJARAN HARIAN KELAS VI Belajar dengan Penuh Kesadaran 💡 • Bermakna ❤️ • Menyenangkan 🎉 🪪 IDENTITAS PEMBELAJARAN 👩‍🏫 Nama Guru :...