IDENTITAS
NAMA GURU
Rizha Listiyani, S.Pd.
HARI / TANGGAL
Senin, 31 Agustus 2026
FASE / KELAS
Fase C / Kelas 6
MATA PELAJARAN
Matematika
MATERI
Rasio
PERTEMUAN KE
Minggu ke 6
Apersepsi & Salam Pembuka
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, anak-anak, shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya:
Al-Malik artinya Allah Maha Merajai atau Maha Menguasai. Allah Swt. adalah pemilik dan penguasa seluruh alam semesta. Semua yang ada di dunia, termasuk manusia, tumbuhan, hewan, waktu, dan berbagai sumber daya, berada dalam kekuasaan dan ketetapan-Nya.
Dalam matematika, rasio digunakan untuk membandingkan dua besaran. Misalnya, jumlah siswa laki-laki dan perempuan, jumlah buku dan pensil, atau banyaknya air dan sirup. Melalui rasio, kita belajar melihat hubungan dan keteraturan antara berbagai hal.
Keteraturan tersebut dapat mengingatkan kita kepada sifat Allah Al-Malik. Alam semesta yang begitu luas memiliki keteraturan yang luar biasa. Pergantian siang dan malam, peredaran benda-benda langit, pertumbuhan makhluk hidup, dan keseimbangan berbagai unsur di alam menunjukkan bahwa Allah adalah Penguasa seluruh ciptaan-Nya.
📚 MATEMATIKA KELAS 6
Fase C • Kurikulum Merdeka • Alokasi Waktu 3 × 35 Menit
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase C, murid memperluas pemahaman dan intuisi bilangan serta operasi aritmetika. Murid dapat bernalar secara proporsional dan menggunakan operasi perkalian dan pembagian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio dan/atau proporsi.
Pembelajaran rasio pada materi ini diarahkan agar murid tidak hanya mampu menghitung perbandingan, tetapi juga mampu memahami makna hubungan antara dua besaran, menggunakan bahasa rasio, serta menerapkannya dalam situasi kehidupan sehari-hari.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat:
- Menjelaskan pengertian rasio sebagai hubungan perbandingan antara dua besaran.
- Menuliskan rasio menggunakan bentuk a : b.
- Membaca rasio dengan bahasa yang tepat, misalnya "3 dibanding 5".
- Mengidentifikasi besaran pertama dan besaran kedua dalam suatu perbandingan.
- Menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan antara dua besaran.
- Menyelesaikan masalah rasio sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
🌱 Pelaksanaan Tujuan Pembelajaran dalam Kegiatan Belajar
| Jenis Pembelajaran | Kegiatan | Tujuan yang Dikembangkan |
|---|---|---|
| Mindful | Murid mengamati benda-benda di sekitar kelas, kemudian berhenti sejenak dan memperhatikan jumlah benda yang dibandingkan. Guru mengajak murid berpikir: "Mana yang dibandingkan? Berapa jumlah masing-masing?" | Murid menyadari bahwa rasio digunakan untuk membandingkan dua besaran. |
| Meaningful | Murid menghubungkan rasio dengan situasi nyata, seperti jumlah murid laki-laki dan perempuan, jumlah buku dan pensil, campuran minuman, serta jumlah buah. | Murid memahami bahwa rasio berguna dalam kehidupan sehari-hari. |
| Joyful | Murid menonton video pembelajaran, bermain kartu rasio, melakukan permainan "Temukan Pasangan Rasio", dan menyelesaikan tantangan rasio secara berkelompok. | Murid belajar konsep rasio dengan suasana menyenangkan dan aktif. |
Alur Tujuan Pembelajaran
- Mengamati: Murid mengamati dua kelompok benda dengan jumlah berbeda.
- Menanya: Murid menjawab pertanyaan: "Apa yang dapat kita bandingkan dari kedua kelompok benda tersebut?"
- Memahami konsep: Guru menjelaskan bahwa hubungan perbandingan antara dua besaran dapat dinyatakan dengan rasio.
- Menyatakan rasio: Murid belajar menulis rasio dalam bentuk a : b dan membacanya dengan benar.
- Mengeksplorasi: Murid menentukan rasio dari berbagai benda atau situasi sehari-hari.
- Mengaplikasikan: Murid menyelesaikan masalah sederhana tentang rasio.
- Merefleksi: Murid menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa arti rasio dan kapan rasio digunakan.
- Mengevaluasi: Murid mengerjakan asesmen formatif.
Materi: Rasio
Kegiatan Pembelajaran 3 × 35 Menit
| Waktu | Kegiatan | Prinsip |
|---|---|---|
| 10 menit | Pembukaan dan review. Guru mengajak murid mengingat kembali materi pecahan melalui permainan Benar atau Salah. | Mindful & Joyful |
| 10 menit | Orientasi. Guru menampilkan benda atau gambar yang dapat dibandingkan, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik. | Mindful |
| 10 menit | Menonton video pembelajaran. Murid menyimak video tentang konsep rasio dan mencatat satu hal penting yang mereka pahami. | Joyful |
| 25 menit | Eksplorasi dan penjelasan. Guru menjelaskan pengertian rasio, bentuk rasio, cara membaca, menyederhanakan, dan menggunakan bahasa rasio. | Meaningful |
| 15 menit | Aktivitas kelompok. Murid menentukan rasio dari benda atau gambar yang disediakan dan menjelaskan hasilnya kepada kelompok lain. | Joyful & Meaningful |
| 15 menit | Latihan penerapan. Murid menyelesaikan masalah rasio yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. | Meaningful |
| 10 menit | Refleksi. Murid menjawab: "Apa itu rasio?", "Mengapa urutan rasio penting?", dan "Di mana kita dapat menemukan rasio?" | Mindful |
| 10 menit | Asesmen formatif. Murid mengerjakan soal pilihan ganda, isian, dan esai. | Mindful |
Media dan Alat Peraga
- 💻 Laptop atau komputer
- 📽️ LCD/proyektor
- 📱 Gawai jika pembelajaran dilakukan secara digital
- 🎬 Video pembelajaran
- 🖼️ Gambar buah, makanan, benda, atau kelompok murid
- 🃏 Kartu angka rasio
- 🧮 Benda konkret seperti pensil, penghapus, buku, kelereng, dan stik es krim
- 📋 LKPD
- 📝 Papan tulis dan spidol
- 📊 Tabel rasio
- 🎨 Kertas warna untuk aktivitas kelompok
7. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya
Sebelum mempelajari rasio, mari mengingat kembali materi pecahan. Tentukan apakah pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S).
Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
🎬 Video Pembelajaran
Sebelum membaca penjelasan, simak video berikut tentang Konsep Rasio atau Perbandingan Kelas 6.
💭 Pertanyaan Setelah Menonton
- Apa yang dimaksud dengan rasio?
- Bagaimana cara menuliskan rasio?
- Mengapa urutan dalam rasio harus diperhatikan?
- Sebutkan satu contoh rasio dalam kehidupan sehari-hari.
🔎 Apa Itu Rasio?
Rasio adalah cara untuk menyatakan hubungan perbandingan antara dua besaran yang sejenis.
Rasio dapat ditulis menggunakan tanda titik dua :.
Contoh rasio 3 : 5 dibaca:
- "3 dibanding 5"
- "3 untuk setiap 5"
- "Perbandingannya 3 : 5"
🧠 Memahami Bagian-Bagian Rasio
Perhatikan rasio berikut:
4 : 7
4 adalah besaran pertama, sedangkan 7 adalah besaran kedua.
4 adalah besaran pertama, sedangkan 7 adalah besaran kedua.
Urutan sangat penting. Rasio 4 : 7 berbeda dengan 7 : 4.
🍎 Contoh 1: Buah di Meja
Di atas meja terdapat 4 apel dan 6 jeruk.
Rasio apel terhadap jeruk adalah:
4 : 6
Artinya, setiap 4 apel terdapat 6 jeruk. Rasio tersebut juga dapat disederhanakan menjadi:
4 : 6 = 2 : 3
Jadi, hubungan apel terhadap jeruk dapat dinyatakan sebagai 2 : 3.
👧👦 Contoh 2: Murid di Kelas
Dalam sebuah kelompok terdapat 8 murid perempuan dan 4 murid laki-laki.
Rasio murid perempuan terhadap murid laki-laki:
8 : 4 = 2 : 1
Artinya, setiap 2 murid perempuan terdapat 1 murid laki-laki.
🥤 Contoh 3: Membuat Minuman
Untuk membuat minuman tertentu, ibu mencampurkan 2 gelas sirup dengan 5 gelas air.
Rasio sirup terhadap air adalah:
2 : 5
Artinya, untuk setiap 2 gelas sirup diperlukan 5 gelas air.
⚽ Contoh 4: Jumlah Gol
Dalam sebuah pertandingan, Tim A mencetak 6 gol, sedangkan Tim B mencetak 3 gol.
Rasio gol Tim A terhadap Tim B:
6 : 3 = 2 : 1
Jadi, jumlah gol Tim A dibanding Tim B adalah 2 : 1.
📌 Cara Menentukan Rasio
- Tentukan dua besaran yang akan dibandingkan.
- Perhatikan urutan besaran yang dibandingkan.
- Hitung jumlah masing-masing besaran.
- Tuliskan menggunakan tanda :.
- Sederhanakan rasio jika memungkinkan.
- Jelaskan hasilnya menggunakan bahasa rasio.
💡 Ingat!
Rasio bukan sekadar dua angka yang dipisahkan tanda titik dua. Rasio menunjukkan hubungan antara dua besaran. Karena itu, urutan angka dalam rasio harus diperhatikan.
Rasio bukan sekadar dua angka yang dipisahkan tanda titik dua. Rasio menunjukkan hubungan antara dua besaran. Karena itu, urutan angka dalam rasio harus diperhatikan.
Penutup: Asesmen Formatif
📝 A. Pilihan Ganda
Di dalam kotak terdapat 3 pensil merah dan 5 pensil biru. Rasio pensil merah terhadap pensil biru adalah ....
A. 3 : 5
B. 5 : 3
C. 3 : 8
D. 5 : 8
Rasio 8 : 4 jika disederhanakan menjadi ....
A. 8 : 2
B. 4 : 2
C. 2 : 1
D. 1 : 2
Di kelas terdapat 12 murid perempuan dan 18 murid laki-laki. Rasio murid perempuan terhadap seluruh murid adalah ....
A. 2 : 3
B. 2 : 5
C. 3 : 5
D. 5 : 2
Perbandingan jumlah buku Ani dan Budi adalah 3 : 2. Jika Ani memiliki 15 buku, jumlah buku Budi adalah ....
A. 6 buku
B. 8 buku
C. 10 buku
D. 12 buku
Sebuah resep membutuhkan sirup dan air dengan rasio 2 : 5. Jika digunakan 10 gelas air, banyak sirup yang diperlukan agar rasionya tetap sama adalah ....
A. 2 gelas
B. 4 gelas
C. 5 gelas
D. 8 gelas
✏️ B. Isian
🧠 C. Esai
Dalam sebuah kelas terdapat 14 murid yang membawa bekal dan 21 murid yang tidak membawa bekal. Tentukan rasio murid yang membawa bekal terhadap murid yang tidak membawa bekal. Jelaskan langkah penyelesaiannya.
Untuk membuat campuran cat, warna putih dan biru dicampur dengan rasio 4 : 1. Jika seorang murid menggunakan 20 ml cat putih, berapa ml cat biru yang diperlukan agar campuran tetap memiliki rasio yang sama? Jelaskan dengan bahasa rasio.
Kunci Jawaban
Review Pecahan
- Benar
- Salah
- Benar
- Benar
- Benar
Pilihan Ganda
- A — 3 : 5
- C — 2 : 1
- B — 2 : 5
- C — 10 buku
- B — 4 gelas
Isian
- 2 : 3
- 1 : 2
- 18 siswa perempuan
Esai
1. Rasio 14 : 21. Keduanya dibagi 7: 14 ÷ 7 = 2 dan 21 ÷ 7 = 3. Jadi, rasio murid yang membawa bekal terhadap yang tidak membawa bekal adalah 2 : 3.
2. Rasio cat putih dan biru adalah 4 : 1. Jika cat putih menjadi 20 ml, berarti 4 bagian menjadi 20 ml.
20 ÷ 4 = 5 ml per bagian.
Cat biru terdiri atas 1 bagian, sehingga diperlukan 5 ml cat biru.
Jadi, campuran 20 ml cat putih membutuhkan 5 ml cat biru.
Kesimpulan
Rasio adalah cara menyatakan hubungan perbandingan antara dua besaran. Rasio ditulis menggunakan tanda :, misalnya 2 : 3. Dalam menentukan rasio, kita harus memperhatikan dua besaran yang dibandingkan dan urutannya.
Rasio dapat digunakan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah murid, buah, buku, uang, bahan makanan, campuran minuman, maupun berbagai benda lainnya.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa rasio tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi menunjukkan hubungan antara dua besaran.
Kesimpulan Pengajaran
⚠️ Kendala Pembelajaran
- Sebagian murid masih menganggap rasio hanya sebagai operasi pembagian.
- Murid dapat keliru menentukan urutan besaran dalam rasio.
- Murid mengalami kesulitan membedakan rasio bagian terhadap bagian dan bagian terhadap keseluruhan.
- Kemampuan berhitung murid yang beragam dapat menyebabkan kecepatan belajar berbeda.
- Koneksi internet atau perangkat dapat mengalami kendala saat menonton video.
🔄 Tindak Lanjut
- Gunakan benda konkret sebelum menggunakan simbol matematika.
- Berikan contoh rasio yang dekat dengan kehidupan murid.
- Gunakan tabel atau gambar untuk membantu murid melihat hubungan dua besaran.
- Berikan latihan bertahap dari konkret → gambar → simbol → soal cerita.
- Murid yang belum memahami konsep diberikan bimbingan dan latihan sederhana secara bertahap.
- Murid yang sudah memahami konsep diberikan soal tantangan dengan situasi rasio yang lebih kompleks.
👥 Murid yang Paham
........................................................................................................
👥 Murid yang Belum Paham
........................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar